Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/2026

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/2026

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Monday, 12 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2022 Disebut Tak Semegah yang Dicitrakan
Regional

Sriwijaya Ranau Gran Fondo 2022 Disebut Tak Semegah yang Dicitrakan

alwiBy alwi16/11/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Even nasional bersepeda, Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SRGF) 2022 resmi berakhir, Sabtu 12 November 2022 lalu. Namun pelaksanaannya mendapat kritik dari masyarakat.

Menurut Deputi K-MAKI Sumsel, Feri Kurniawan, kemegahan SRGF tahun ini tampak tidak seperti yang dicitrakan ataupun diberitakan dalam kanal advertorial media. “Kami melihat sendiri bagaimana proses pelaksanaannya yang jauh dari harapan, bahkan jauh dari tahun sebelumnya dengan anggaran yang besar,” kata Feri dikutip dari RMOLSumsel, Rabu (16/11)

Gubernur Sumsel Herman Deru yang hadir dalam hajatan tahunan itu mengklaim jumlah peserta mencapai 3.000 orang yang berasal dari 29 provinsi dan sejumlah negara. Jumlahnya meningkat ketimbang 2021 yang hanya sekitar 2.000-an peserta.

Namun, Feri menyebut pihaknya memegang data kalau jumlah pesepeda yang mendaftar online tercatat hanya 609 orang. Sementara yang hadir hanya 153 peserta. Itupun, merupakan mayoritas pegawai di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sumsel maupun kabupaten/kota.

Sementara sebagai perbandingan, data lain yang berhasil dihimpun Kantor Berita RMOLSumsel menyebutkan kalau jumlah pendaftar hanya sekitar 1.800 orang dengan 600 pesepeda yang ikut dalam start dan finish di ikon, OKU Selatan, Danau Ranau.

Sepinya peserta juga dinilai tak sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan untuk pelaksanaan even tersebut. Berdasarkan data K-MAKI Sumsel, anggaran yang digelontorkan untuk pelaksanaan even berskala nasional tersebut mencapai Rp2,8 miliar.

“Jauh dari kata layak untuk anggaran sebesar Rp2,8 miliar. Seharusnya, dengan dana sebesar itu, peserta yang hadir bisa lebih banyak lagi. Tapi melihat peserta yang sepi, kita patut pertanyakan penggunaan anggarannya,” sambung Feri didampingi Kordinator Boni Belitong.

Lebih lanjut dia mengatakan, anggaran sebesar Rp2,8 miliar tersebut berpotensi menimbulkan korupsi lantaran tidak adanya transparansi. Apalagi, Fery menilai anggaran sebesar itu tidak tampak dalam Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Sumsel terkait penyelenggaraan Sriwijaya Ranau Gran Fondo (SGRF).

“Dalam hal ini berdasarkan telaah dari kami terkait penggunaan anggaran untuk even ini untuk tahun 2021 dan 2022 diduga tidak pernah transparan. Hal ini bisa dilihat dari publikasi penggunaan anggaran yang biasa dilakukan di SiRUP LKPP sebelum dilakukan pengumuman lelang di LPSE Sumsel. Dalam DIPA pun tidak tampak, jelas kalau seperti ini bisa menimbulkan potensi korupsi,” jelasnya.

Menurutnya, event organizer (EO) yang menggarap even tersebut biasanya juga diumumkan melalui lelang. Sehingga ada pertanggungjawaban dari anggarannya dan jelas rangkaian kegiatan. “Tapi dalam kegiatan kemarin kami tidak melihat ada EO atau tidak,” tambahnya

Sehingga, K-MAKI menyarankan untuk segera dilakukan audit terkait penyelenggaraan acara tersebut. “Makanya kita minta di audit, anggaran sebesar itu di distribusikan untuk apa saja. Jelas dari jumlah peserta kemarin tidak sesuai,” ujarnya.

Sementara itu, meski cenderung sepi dari tahun sebelumnya, masyarakat tetap menyambut antusias gelaran ini. “Kalau tahun lalu itu padat sekali. Berdesak-desakan. Karena dari peserta pasti ada yang bawa keluarga yang ikut menonton. Sementara tahun ini masih lapang. Tak sepadat dulu,” kata Rendy, warga Palembang.

Salah seorang pedagang oleh-oleh di kawasan Danau Ranau, Sudirman mengaku pelaksanaan SRGF 2022 tahun ini memang sedikit sepi ketimbang tahun sebelumnya. Hanya saja, even tersebut cukup memberikan dampak positif bagi usahanya. “Lumayanlah walaupun tak seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.

Pelaksanaan SRGF 2022 diakui memiliki banyak sejumlah kekurangan. Kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Joss Akherman mengatakan, ada sejumlah catatan dari pelaksanaan SRGF 2022 yang harus diperbaiki kedepannya. Seperti jalur atau trek pesepeda yang masih belum sesuai standar. Hal itu disebabkan pengaspalan jalur yang mengalami keterlambatan. Kemudian, pembuatan panggung di areal venue yang tak disiapkan jauh-jauh hari.

“Seharusnya seminggu sebelum acara itu sudah standby. Tapi pada hari pelaksanaan masih sibuk berbenah. bahkan, sound systemnya juga baru datang sehari sebelum pelaksanaan,” kata Joss kepada wartawan. Dia mengatakan, selaku tuan rumah, Pemkab OKU Selatan telah berbuat maksimal untuk mendukung pelaksanaan even tersebut. “Kami sudah bekerja maksimal. Mungkin kedepannya, komunikasi dengan Pemprov Sumsel harus lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePiala Dunia 2022, Berikut Jadwal Pertandingan Penyisihan Hingga Final
Next Article Perusahaan Tambang Diberi Waktu Dua Tahun untuk Bangun Jalan Khusus Batubara
alwi

Related Posts

Regional

Setelah Pangdam Brawijaya, Kini Muncul Naruto yang Jadi Prajurit TNI

11/10/20267 Views
Regional

Mutasi Polri, Brigjen Irwansyah Kini Dipercaya Jadi Wakapolda Sumsel

11/10/202616 Views
Regional

Kabut Asap Selimuti Pagar Alam, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

11/10/20263 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202329,015 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,886 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,858 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?