RELUNG.ID- Pertamina melalui Fuel Terminal Lubuklinggau memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara (Muratara) dalam kondisi aman.
Manager Fuel Terminal Lubuklinggau PT Pertamina Patra Niaga, Wawan Prabawa, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying di tengah isu kenaikan harga BBM yang beredar menjelang 1 April 2026.
“Untuk kondisi stok di wilayah kami aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Wawan menjelaskan, stok BBM di Fuel Terminal Lubuklinggau per Selasa pagi masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Rinciannya, Pertalite mencapai 944 kiloliter dengan ketahanan sekitar 2,4 hari, Pertamax sebanyak 824 kiloliter dengan ketahanan 6,1 hari, serta solar mencapai 1.245 kiloliter dengan ketahanan hingga 11,8 hari.
Meski terlihat terbatas, pasokan BBM terus masuk setiap hari untuk menjaga ketersediaan tetap stabil.
Ia menjelaskan, suplai BBM ke Lubuklinggau berasal dari Kertapati yang didistribusikan melalui jalur kereta api. Setiap pengiriman mencapai sekitar 600 kiloliter atau setara 18 gerbong kereta.
“Kami terus berkoordinasi agar suplai dari Kertapati tetap lancar, sehingga kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi,” katanya.
Terkait isu kenaikan harga BBM, Wawan menegaskan pihaknya hanya menjalankan fungsi distribusi dan akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat.
“Kalau memang ada penyesuaian harga, tentu kami mengikuti arahan pemerintah,” ujarnya.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan BBM. Pasalnya, hal tersebut justru dapat mengganggu distribusi, mengingat armada pengiriman juga melayani wilayah lain seperti Muratara, Sarolangun, dan Curup.
“Tidak perlu panik. Stok aman dan suplai berjalan lancar,” tegasnya.[NSR]

