RELUNG.ID — Ketersediaan stok beras di Sumatera Selatan dipastikan aman hingga musim panen tahun depan. Saat ini, Perum Bulog wilayah Sumsel Babel memiliki stok sebanyak 54.625 ton, yang terdiri dari cadangan pangan pemerintah (CCP) dan stok komersial.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel, Elis Nurhayati, menyatakan bahwa stok beras di Bulog cukup untuk bertahan hingga musim panen berikutnya.
Hingga saat ini, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Januari hingga Desember sudah berjalan dan tersalurkan sebanyak 27.73 ton, atau sekitar 61,11 persen dari target penyaluran sebanyak 44.300 ton hingga akhir tahun.
Selain itu, bantuan pangan dari pemerintah yang disalurkan dari Januari hingga Mei mencapai 6.191 ton per bulan, yang diterima oleh masyarakat penerima bantuan pangan dari Bappenas.
Elis juga menambahkan bahwa Bulog sedang melakukan penyerapan beras untuk pengadaan dalam negeri dan impor dari luar negeri. “Saat ini kita masih impor sebanyak 65 ton di gudang Bulog.
Sekarang masih ada bongkar muat sebanyak 4.800 ton dan akan masuk kembali dalam waktu dekat sebanyak 10 ton. Dipastikan stok di Sumsel Babel aman hingga panen berikutnya,” jelasnya Kamis (13/06/2024).
Terkait dengan kenaikan harga beras, Elis mengakui ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Bulog pun mengintervensi harga beras melalui program SPHP, di mana beras SPHP merupakan beras dengan kualitas medium dengan harga eceran tertinggi sebesar Rp 11.000 per kilogram, lebih rendah Rp 1.500 dibandingkan harga beras di pasaran.
“Upaya yang kami lakukan untuk menekan harga beras agar tidak naik lagi adalah dengan menambah reseller penyaluran beras SPHP. Saat ini, beras SPHP sudah bisa didapatkan di pasar modern seperti ritel Indogrosir, pasar tradisional, dan pasar murah agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan beras SPHP,” ujarnya.[RG]

