Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Studi YouGov: Android Diklaim Ungguli iOS Dalam Perlindungan dari Penipuan
Techno

Studi YouGov: Android Diklaim Ungguli iOS Dalam Perlindungan dari Penipuan

alwiBy alwi31/10/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
ilustrasi smartphone. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Selama ini banyak orang menilai bahwa iOS lebih aman dibandingkan Android, terutama karena pendekatan sistem tertutup milik Apple.

Namun, hasil studi terbaru YouGov menunjukkan bahwa dalam hal perlindungan terhadap penipuan (scam), justru Android terbukti lebih unggul.

Baca juga :   Prabowo Beri Lampu Hijau, Apple Investasi Rp 2,62 Triliun di Indonesia

Penelitian tersebut melibatkan 5.000 pengguna ponsel pintar di Amerika Serikat, India, dan Brasil, dan menemukan bahwa pengguna iOS 65 persen lebih mungkin menerima tiga atau lebih SMS penipuan per minggu dibandingkan pengguna Android.

Sebaliknya, 58 persen pengguna Android melaporkan tidak menerima SMS penipuan sama sekali dalam periode yang sama.

Selain itu, pengguna Android 20 persen lebih banyak yang menilai sistem perlindungan penipuan di perangkat mereka sebagai “sangat efektif” atau “luar biasa efektif” dibandingkan pengguna iOS.

Baca juga :   Adobe Photoshop Beta Hadir untuk Pengguna Android

Dalam hasil yang lebih spesifik, pemilik perangkat Google Pixel menjadi kelompok yang paling jarang menerima pesan penipuan. Mereka 96 persen lebih mungkin dibanding pengguna iPhone untuk melaporkan tidak menerima SMS penipuan sama sekali.

Sebaliknya, pengguna iPhone 136 persen lebih mungkin dibanding pemilik Pixel untuk mengatakan bahwa mereka menerima banyak pesan penipuan, dan 150 persen lebih mungkin menilai perangkat mereka tidak efektif dalam menghentikan upaya penipuan.

Meskipun studi ini dilakukan oleh YouGov bersama Google, hasilnya juga diperkuat oleh evaluasi teknis terhadap empat perangkat populer Pixel 10 Pro, iPhone 17 Pro, Samsung Galaxy Z Fold7, dan Motorola Razr+ 2025.

Baca juga :   Infinix GT20 Pro Hadir dengan Dimensity 8200 Ultimate, Yuk Intip Spesifikasi Lengkapnya

Dalam perbandingan itu, iPhone menempati posisi terakhir dalam hal jumlah dan efektivitas fitur keamanan bawaan.

Laporan tersebut menyoroti keunggulan sistem perlindungan berbasis AI pada Android. Aplikasi Google Messages mampu memfilter spam secara otomatis dan menganalisis pesan mencurigakan menggunakan Deteksi Penipuan berbasis AI di perangkat, yang dapat memberikan peringatan real-time kepada pengguna jika ditemukan pola percakapan berisiko.

Selain itu, aplikasi Phone by Google dapat memblokir panggilan spam secara otomatis dan menggunakan fitur Penyaringan Panggilan (Call Screening) untuk menjawab panggilan mencurigakan atas nama pengguna.

Baca juga :   iPhone 17e Diprediksi Hadir dengan Peningkatan Kamera Selfie dan Chip A19

Jika diperlukan, sistem juga dapat memperingatkan pengguna saat terdeteksi percakapan yang berpotensi penipuan.

Lebih jauh, Android kini dapat mencegah tindakan berisiko tinggi selama panggilan, seperti pemasangan aplikasi tidak tepercaya atau perubahan pengaturan keamanan yang berbahaya langkah yang dirancang untuk mengurangi rekayasa sosial (social engineering) yang sering digunakan penipu.

Meskipun demikian, para peneliti menegaskan bahwa tidak ada sistem operasi yang benar-benar kebal terhadap penipuan digital. Baik pengguna Android maupun iOS tetap disarankan tidak mengklik tautan mencurigakan, tidak membagikan informasi pribadi, dan selalu memperbarui sistem keamanan perangkatnya. (LWM)

Android Apple Google Pixel iOS YouGov
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleAjukan Sejak 2022, Sertifikat Prona Ratusan Warga di Desa Lekis Rejo Tak Kunjung Diterbitkan
Next Article Drakor Taxi Driver Season 3 Bakal Tayang 21 November
alwi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,860 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,734 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,708 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?