RELUNG.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara di wilayah Sumsel.
Berdasarkan update terbaru, kualitas udara di Sumsel masuk dalam kategori sedang dengan rata-rata per September mencapai 25.5 µgr/m³
Hal ini terungkap dalam keterangan resmi BMKG Sumsel, Senin (8/9/2025).
Kepala Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis mengatakan, dari hasil analisi menggunakan iTacs-JMA, angin dominan berasal dari arah Tenggara.
Dia mengaku, dalam musim kemarau ini, wilayah Sumsel mengalami penurunan curah hujan hingga 2 mm per hari.
Sedangkan suhu udara di wilayah Sumsel mengalami peningkatan hingga 1.6 derajat celsius dari rata-rata normalnya.
“Untuk kualitas udara, secara umum dalam kategori sedang,” tulisnya dalam keterangan resmi.
Saat ini, beberapa wilayah di Sumsel telah terdapat titik panas, mulai dari Kabupaten Empat Lawang, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Muratara, Ogan Ilir,OKU dan PALI.
“Kami mengimbau selama musim kemarau, masyarakat tetap menjaga lingkungan agar kualitas udara tetap sehat dengan tidak membakar hutan dan lahan serta tidak membuang sampah sembarang,” pungkasnya. (LWM)

