RELUNG.ID- Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengemudi Sumatera Selatan Bersatu (FKPSSB) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Gubernur Sumatera Selatan, Senin (8/12/2025).
Mereka memprotes aturan baru terkait mekanisme pengisian solar yang dinilai semakin menyulitkan pengemudi angkutan barang.
Para sopir memulai aksi dengan berkumpul di kawasan Simpang Bandara sebelum melakukan konvoi menuju Kantor Gubernur Sumsel. Dalam unjuk rasa tersebut, mereka membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi tuntutan agar pemerintah segera memperbaiki kebijakan distribusi BBM.
Koordinator aksi, Mustofa, menyebut aturan baru terkait pembatasan pembelian solar telah membuat para sopir kehilangan waktu istirahat, karena harus mengantre BBM hingga larut malam. Ia menilai pemerintah tidak melibatkan sopir dalam penyusunan kebijakan yang berdampak langsung pada pekerjaan mereka.
“Kami tidak bisa tidur lagi, Pak. Kenapa kebijakan itu dibuat tanpa melibatkan kami? Kami beri waktu dua minggu. Jika tidak ada solusi, kami siap aksi lebih besar, bahkan mogok massal,” tegas Mustofa.
Para sopir juga menilai informasi pemerintah mengenai ketersediaan solar 24 jam di sejumlah SPBU tidak sesuai dengan situasi di lapangan. Banyak SPBU yang justru tidak memiliki stok atau memberlakukan pembatasan ketat yang membuat antrean semakin panjang.
Massa aksi diterima langsung oleh Asisten I Pemprov Sumsel, Apriyadi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah segera menindaklanjuti keluhan para sopir dan akan memanggil seluruh pihak terkait untuk membahas persoalan distribusi BBM.
“Tuntutan ini akan kami bahas dalam rapat. Kami akan undang Pertamina, SKK Migas, wali kota, kepolisian, serta instansi lainnya,” kata Apriyadi.
Ia memastikan, hasil pembahasan akan dilaporkan kepada Gubernur Sumsel untuk diambil langkah penyelesaian dalam waktu paling lambat dua minggu.
“Segera akan kami laporkan ke Gubernur dan diambil langkah terbaik. Kebijakan ini dibuat untuk kebaikan masyarakat,” ujarnya.[DSK]

