RELUNG.ID- Memasuki puncak musim penghujan, Pemerintah Kota Pagar Alam melakukan pemetaan intensif terhadap kawasan rawan bencana, khususnya ancaman tanah longsor dan banjir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pagar Alam menyebutkan tiga kecamatan menjadi fokus utama pengawasan.
Kepala BPBD Kota Pagar Alam, John Hasman mengatakan, wilayah Dempo Utara, Dempo Tengah, dan Dempo Selatan merupakan kawasan dengan potensi longsor tertinggi. Kontur wilayah yang berbukit serta keberadaan permukiman dan perkebunan warga membuat daerah ini perlu pemantauan ketat.
“Dari peta rawan longsor, tiga kecamatan itu yang paling kami waspadai. Kondisi geografisnya berbukit dan sering terjadi longsor,” kata John saat ditemui, Senin (8/12).
Untuk potensi banjir, BPBD mencatat wilayah yang kerap terdampak berada di Kecamatan Pagar Alam Utara dan Pagar Alam Selatan. Kelurahan Beringin Jaya dan Kelurahan Pagar Alam disebut sebagai lokasi yang biasanya mengalami genangan saat hujan deras.
“Meski belum ada laporan banjir tahun ini, kami bersama pihak kelurahan terus mengajak masyarakat menjaga saluran air dan tidak membuang sampah ke drainase agar kejadian seperti tahun sebelumnya tidak terulang,” ujarnya.
BPBD Pagar Alam juga menyiagakan personel di kawasan rawan bencana dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk kesiapan alat berat. Mengingat BPBD belum memiliki alat berat sendiri, dukungan dari Dinas PU siap dikerahkan sewaktu-waktu apabila terjadi longsor.
“Kalau terjadi longsor, alat berat dari Dinas PU bersama personel kami siap diturunkan 24 jam,” jelas John.
Meski curah hujan di Pagar Alam saat ini masih tergolong normal, BPBD tetap melakukan patroli rutin dan meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat Pagar Alam telah ditetapkan sebagai salah satu daerah rawan bencana di Sumatera Selatan.
“Curah hujan masih normal, tetapi kami tidak boleh lengah. Pagar Alam memang termasuk daerah rawan bencana,” pungkasnya.[TFK]

