RELUNG.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan di Palembang sempat menghadapi kendala akibat sulitnya mendapatkan tabung LPG 3 Kg. Kebijakan terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang membatasi distribusi gas melon ini berdampak langsung pada pelaksanaan program tersebut.
Rizki, Sekretaris Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia Sumatra Selatan (PPJI Sumsel), yang bertanggung jawab dalam mendistribusikan paket MBG, mengungkapkan bahwa pihaknya membutuhkan sekitar 20 tabung LPG 3 Kg setiap hari untuk memasak lebih dari 3.000 paket makanan bagi siswa PAUD hingga SMA di 10 sekolah di Palembang. “Kami terus memantau agen dan pangkalan LPG untuk memastikan pasokan tetap ada. Walaupun ada kesulitan, kami tetap berkomitmen untuk menyuplai MBG tepat waktu,” ujarnya.
Sebagai upaya untuk mengatasi masalah pasokan LPG, PPJI Sumsel melakukan stok tabung gas sebelumnya dan langsung memesan ke agen. Rizki menambahkan, meskipun tantangan besar, distribusi paket MBG tetap berjalan dengan baik berkat upaya keras dan koordinasi yang intens dengan pihak terkait.
Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) yang mengawasi pelaksanaan program ini, memastikan kualitas dan standar gizi makanan yang diberikan. Setiap pagi, ahli gizi BGN memeriksa bahan baku sebelum distribusi dan menyisakan tiga sampel makanan untuk diuji oleh Dinas Kesehatan.
Dengan upaya keras dan komitmen dari semua pihak, program MBG di Palembang tetap berjalan lancar, memberikan manfaat gizi bagi ribuan siswa meskipun ada hambatan dalam distribusi LPG. [TRA]

