RELUNG.ID – Memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung Desember 2025 hingga Januari 2026, Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) belum menetapkan status siaga darurat bencana. Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyebut penetapan status akan dilakukan setelah mendapat pembaruan informasi dan peringatan cuaca ekstrem dari BMKG.
“Kalau ada laporan cuaca ekstrem dari BMKG baru akan kita tetapkan tingkat provinsi,” kata Deru, Jumat (5/12/2025).
Meski demikian, langkah antisipasi awal sudah dilakukan dengan mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota dalam apel siaga pada 14 November lalu di tepian Danau Ranau, OKU Selatan. Apel ini menjadi momentum evaluasi kesiapan daerah menghadapi ancaman hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
Sementara provinsi masih menunggu sinyal BMKG, tiga daerah di Sumsel telah mengambil langkah cepat dengan menetapkan status siaga darurat bencana, yaitu Ogan Komering Ulu (OKU), Pagar Alam, dan Kota Prabumulih.
Walau status siaga darurat tingkat provinsi belum ditetapkan, Herman Deru menegaskan bahwa kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas. Ia juga menyebut status siaga karhutla pun belum dicabut, sehingga pemerintah daerah harus menghadapi dua ancaman sekaligus: sisa potensi kebakaran dan meningkatnya curah hujan.
“Kita menunggu laporan signifikan dari BMKG. Kalau ada indikasi yang serius, tentu provinsi akan menetapkan status siaga,” tegas Deru.
Kepala BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, mengatakan keputusan ini merupakan upaya mempercepat respons dan menekan risiko kerugian akibat potensi bencana hidrometeorologi.
“OKU lebih dulu menetapkan, sekarang Pagar Alam dan Prabumulih juga sudah siaga,” jelas Iqbal.
Dengan status siaga yang telah diberlakukan di tiga daerah tersebut, seluruh unsur pemerintah dan masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan. BPBD Sumsel juga telah melakukan langkah antisipatif berupa penyiapan peralatan, personel, serta logistik di titik-titik rawan.
“Peralatan dan perlengkapan sudah siap. Logistik pun sudah ditempatkan di daerah prioritas agar distribusinya cepat saat terjadi bencana,” ujarnya.[THQ]

