RELUNG.ID- Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyoroti kerusakan hutan di berbagai wilayah Sumatera yang dinilai menjadi salah satu pemicu banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025.
Ia mendesak Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni untuk menindak tegas para pelaku perusakan hutan serta memperketat persyaratan penggunaan kawasan hutan.
Sorotan itu disampaikan Titiek dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menhut Raja Juli Antoni di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/12/2025). Ia menyinggung temuan ribuan kayu gelondongan yang memenuhi pesisir pantai pasca-banjir, salah satunya di Pantai Parkit, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.
“Pembukaan lahan baru untuk perkebunan maupun pertambangan harus diperketat lagi syarat-syaratnya. Ribuan pohon sampai memenuhi pantai dan sungai itu bukan tanpa sebab,” kata Titiek.
Menurut Titiek, banyaknya kayu gelondongan yang hanyut menunjukkan adanya pemanfaatan hutan yang tidak tepat. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan tidak boleh lagi dibiarkan dan perlu ditindak siapa pun pelakunya, meski diduga dibekingi pihak-pihak berpangkat tinggi.
“Sudah cukuplah ini. Mau siapa pun di belakangnya, mau bintang-bintang kek. Kita ini mewakili rakyat Indonesia. Bapak ditunjuk sebagai pembantu presiden, jadi jangan ragu menindak,” ujarnya kepada Menhut.
Politisi Partai Gerindra itu juga memastikan DPR siap mendukung upaya penegakan hukum sektor kehutanan.
“Kita tegakkan hukum setegak-tegaknya. Kalau ada yang merusak hutan kita, ditindak saja. Bapak enggak usah takut, kami di belakang Bapak,” tambahnya.
Menanggapi dorongan tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa Kementerian Kehutanan telah menggandeng Kepolisian RI untuk mengusut asal-usul kayu gelondongan yang terbawa arus banjir di tiga provinsi Sumatera. Kerja sama itu dilakukan melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenhut dan Polri.
“Kami sepakat minta bantuan Kapolri untuk menjaga hutan kita,” ujar Raja Juli saat bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025) malam.
Ia menyebut pihaknya sudah mengumpulkan data awal melalui pemantauan drone dan teknologi identifikasi kayu bernama AIKO untuk melacak anatomi kayu sehingga asal muasalnya dapat diketahui.
“Kami berharap kerja sama ini bisa segera mengungkap dari mana asal kayu-kayu tersebut. Jika ada unsur pidana, tentu akan kami tegakkan bersama,” jelasnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya siap bekerja sama dengan Kemenhut membentuk satgas gabungan. Temuan kayu gelondongan, menurutnya, diduga turut menyebabkan kerusakan jembatan, rumah, hingga jatuhnya korban jiwa saat banjir.
“Tim sudah ditugaskan dan akan bergerak dari hulu sampai hilir. Semua lokasi yang diduga terjadi perusakan hutan akan diperiksa,” kata Listyo. [YKP]

