RELUNG.ID – Kelapa mulai menunjukkan tajinya sebagai komoditas ekspor baru yang menjanjikan bagi Sumatera Selatan. Di tengah berkembangnya industri hilirisasi, produk kelapa asal Sumsel kini secara rutin dikirim ke sejumlah negara Asia, termasuk Thailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di kawasan.
Gubernur Sumsel Herman Deru menilai keberhasilan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa komoditas kelapa memiliki potensi besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Yang menarik, negara seperti Thailand yang juga merupakan penghasil kelapa justru kini menjadi tujuan ekspor kita. Ini membuktikan bahwa peluang pasar masih sangat terbuka,” ujar Herman Deru saat meninjau aktivitas pengolahan dan ekspor kelapa di Dermaga Kelapa Musi II Palembang.
Menurut Deru, pencapaian tersebut tidak lepas dari peran pelaku usaha muda binaan Program Sultan Muda Sumsel yang berhasil menembus pasar internasional melalui pengembangan produk dan penguatan rantai pasok.
Ia menilai tantangan saat ini bukan lagi mencari pembeli, melainkan meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi permintaan ekspor yang terus bertambah.
“Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan pembiayaan agar usaha mereka bisa berkembang lebih besar. Karena itu saya mengajak OJK dan Bank Indonesia ikut turun tangan mendampingi para pelaku usaha muda ini,” katanya.
Di Dermaga Kelapa Musi II, kelapa yang berasal dari berbagai daerah di Sumsel dipilah dan diolah sesuai kebutuhan pasar internasional. Sebagian diproses menjadi kopra, sementara lainnya diekspor dalam bentuk kelapa bulat utuh untuk memenuhi permintaan luar negeri.
Menurut Herman Deru, hilirisasi menjadi kunci agar komoditas kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah.
Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjutnya, akan memperkuat sinergi dengan lembaga keuangan untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha sehingga kapasitas produksi dan ekspor terus meningkat.
“Dukungan pemerintah bukan hanya regulasi, tetapi juga membuka akses pembiayaan. Urusan perbankan akan kita bantu agar pelaku usaha bisa naik kelas dan memperbesar skala bisnisnya,” ujarnya.[THQ]

