RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaporkan bahwa sebanyak 2.965 dari total 3.258 desa dan kelurahan di wilayah tersebut telah menggelar musyawarah desa khusus (musdesus) untuk membentuk Koperasi Merah Putih. Hal ini mencakup sekitar 91 persen wilayah, dengan 1.822 desa sudah berhasil mendirikan koperasi.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, menyatakan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih adalah langkah strategis untuk mendorong pemerataan ekonomi hingga tingkat desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Program ini bertujuan memastikan perputaran ekonomi tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa. Dengan begitu, pembangunan ekonomi yang inklusif dapat terwujud,” ujar Deru di Palembang, Rabu (29/5).
Beberapa daerah di Sumsel telah mencapai keberhasilan 100 persen dalam membentuk koperasi, termasuk Kabupaten PALI, Musi Rawas, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Kota Palembang, Muratara, Musi Banyuasin, OKU Timur, Lubuklinggau, Prabumulih, dan Muara Enim.
Namun, sejumlah daerah masih berada dalam proses, seperti Kabupaten Lahat (92 persen), Empat Lawang (90 persen), Banyuasin (78 persen), OKU Selatan (66 persen), serta Kota Pagaralam dan Kabupaten OKU yang masing-masing baru mencapai 54 persen.
Herman Deru juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap dana pinjaman sebesar Rp3 miliar yang akan diberikan kepada koperasi desa. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk berbagai program, seperti penyediaan agen elpiji, penyewaan alat mesin pertanian (alsintan), dan agen sembako dengan harga grosir.
“Pengawasan ketat harus dilakukan oleh kepala daerah, terutama dalam memastikan dana koperasi ini digunakan sesuai peruntukannya dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.[THQ]

