Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Saturday, 10 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Sumsel Gencar Perluas Sawah, Tapi Palembang Masih Andalkan Pasokan Beras dari Luar Daerah
Bisnis

Sumsel Gencar Perluas Sawah, Tapi Palembang Masih Andalkan Pasokan Beras dari Luar Daerah

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda26/07/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi beras. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Provinsi Sumatera Selatan terus menggenjot sektor pertanian dengan ambisi menjadi lumbung pangan nasional. Bahkan pada tahun 2025, Sumsel menargetkan pencetakan sawah baru seluas 48 ribu hektare di wilayah potensial. Namun di balik geliat ekspansi pertanian itu, ironi justru terjadi di Ibu Kota provinsi — Palembang masih harus mendatangkan beras dari daerah lain.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) per April 2025 mencatat potensi lahan rawa yang bisa dikembangkan menjadi sawah di Sumsel mencapai 1 juta hektare. Namun ketersediaan beras, khususnya beras premium, di Palembang belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menjalin kerja sama pasokan pangan dengan Pemerintah Kabupaten Subang melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Perjanjian resmi diteken pada Rabu (23/7/2025) di Kantor Bupati Subang.

“Kerja sama ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga pasokan beras, tetapi juga sebagai langkah strategis menekan inflasi harga pangan di Palembang,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, Jumat (25/7/2025).

Subang dipilih karena dikenal sebagai daerah penghasil beras unggulan dengan cita rasa yang digemari masyarakat Sumsel. Perjanjian ini tertuang dalam nota kesepahaman yang melibatkan OPD terkait dan Perumda Palembang Jaya, bersama CV Sari Bumi Nusantara dari Subang.

KAD tersebut juga turut dihadiri Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), termasuk Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono.

Bambang menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi. Berdasarkan data BPS Palembang, pertumbuhan ekonomi kota ini mencapai 5,13 persen secara tahunan pada 2024, lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,03 persen, dengan inflasi tetap terjaga dalam kisaran target.

“Langkah ini penting untuk memastikan kestabilan harga pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” ujarnya.

Ironisnya, secara statistik Sumsel sebenarnya mampu menopang kebutuhan beras dalam daerah. Produksi gabah kering giling (GKG) pada 2024 mencapai 2,84 juta ton dari luas panen 521.250 hektare, mengalami peningkatan meski dalam kondisi musim kemarau. Hal ini turut didorong oleh keberhasilan program budidaya padi terapung.

Kabupaten-kabupaten seperti Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) menjadi penyumbang terbesar produksi gabah di Sumsel.

Tak hanya itu, sembilan kabupaten lain aktif memperluas lahan sawah baru, antara lain:

  • OKI: 11.400 Ha
  • OKU Timur: 10.600 Ha
  • Ogan Ilir: 10.600 Ha
  • Musi Banyuasin: 9.400 Ha
  • PALI: 3.200 Ha
  • Muara Enim: 1.764 Ha
  • Muratara: 600 Ha
  • Empat Lawang: 236 Ha
  • Musi Rawas: 200 Ha

Meskipun produksi tinggi dan lahan potensial besar, persoalan distribusi dan pengelolaan stok masih menjadi tantangan utama. Akibatnya, kota besar seperti Palembang tetap bergantung pada pasokan dari luar provinsi.[THQ]

Beras Pemkot Palembang Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKarhutla Kembali Landa Sumsel: Ogan Ilir Paling Parah, Lebih dari 20 Hektare Lahan Terbakar
Next Article PT TBBE Diperintahkan Perbaiki Tanggul dan Pulihkan Lahan Warga di Gunung Megang
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Pelaku Perampokan Mahasiswa di Muratara Ditangkap, Modusnya Berhentikan Mobil Korban

08/10/20264 Views
Regional

Sumsel Masih Berasap, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Tiga Wilayah

06/10/20266 Views
Regional

Karhutla Sumatra-Kalimantan Disorot Leonardo DiCaprio

05/10/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,855 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,729 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,702 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?