Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Sumsel Masuk Puncak Kemarau, Hujan Diprediksi Baru Turun Pertengahan Oktober
Regional

Sumsel Masuk Puncak Kemarau, Hujan Diprediksi Baru Turun Pertengahan Oktober

alwiBy alwi29/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto (kanan) didampingi Kepala Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan sekaligus Koordinator BMKG Provinsi Sumsel Wandayantolis, (kiri). (Dok BMKG)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Sumatera Selatan masih harus menghadapi periode kering dalam beberapa pekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di wilayah Sumsel berlangsung pada Agustus hingga September 2026.

Baca juga :   BMKG: Hujan Guyur Sumsel, 7 Wilayah Berpotensi Banjir Mulai Rabu Sore

Kondisi tersebut menjadi tantangan di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palembang.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan periode Agustus dan September menjadi fase puncak musim kemarau di Sumsel.

“Puncak musim kemarau bulan Agustus dan September,” ujar Siswanto, Sabtu (29/8/2026).

Baca juga :   Viral Wisatawan Dipalak di Kampung Ratenggaro Sumba, Kemenpar Turun Tangan

Menurutnya, masyarakat masih perlu mewaspadai kondisi kering karena potensi pertumbuhan awan hujan belum optimal selama periode tersebut.

Peluang terbentuknya awan yang berpotensi menghasilkan hujan diperkirakan mulai meningkat setelah memasuki Oktober.

Namun, potensi tersebut baru diperkirakan lebih terlihat sekitar pertengahan bulan. “Baru akan ada potensi awan hujan diperkirakan bulan Oktober pertengahan,” katanya.

Baca juga :   Gubernur Sumsel: Jadikan Hari Raya Idul Adha untuk Momen Berbagi

Dirinya pun mengimbau bagi wiilayah yang mengalami kualitas udara kategori Tidak Sehat dan visibility di bawah 1 kilometer agar mempertimbangkan penutupan sementara sekolah atau penghentian pembelajaran tatap muka hingga satu minggu ke depan, dengan evaluasi sesuai perkembangan kondisi.

Rumah sakit dan fasilitas kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Masyarakat di wilayah terdampak disarankan tetap berada di rumah hingga satu minggu ke depan dan tidak beraktivitas di luar rumah apabila tidak diperlukan,”kata dia.

Baca juga :   Oknum TNI Terlibat Kasus Penculikan dan Pembunuhan Bankir BUMN, Diduga Tergiur Imbalan Uang

Kebijakan dan penyesuaian selanjutnya mengikuti arahan Pemerintah berdasarkan perkembangan informasi terkini dari BMKG.

“Seiring peningkatan Hotspot di Wilayah Sumatera Selatan dan saat ini pada fase Puncak Musim Kemarau Agustus – September Diprediksi Kondisi Kualitas Udara akan Terus Memburuk akibat Akumulasi timbulnya Asap dan Peningkatan Partikel Debu yang bercampur di udara,” katanya. (THQ)

BMKG Hujan Puncak Kemarau Sumsel
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDiduga Mengantuk, Mobil Dokter Tabrak Motor Hingga Pejalan Kaki, Empat Orang Luka
Next Article Karhutla Meluas, Kabut Asap Kian Pekat, Pemkot Palembang Gelar Salat Istisqa
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,887 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,759 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,733 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?