RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mulai mengambil langkah strategis untuk meningkatkan keamanan pangan asal hewan, khususnya komoditas telur ayam. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah menjadikan Kabupaten Banyuasin sebagai daerah layak ekspor, dimulai dari penguatan sistem kesehatan hewan dan standar mutu produk.
Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Diskerpangnak) Sumsel, Jafrizal, mengatakan bahwa wilayah Air Batu, Banyuasin, akan menjadi pilot project program jaminan kualitas dan keamanan telur ayam sesuai standar internasional.
“Banyuasin merupakan sentra produksi telur terbesar di Sumsel, bahkan menghasilkan lebih dari 300 ton per hari. Potensi ini akan kami dorong menuju standar ekspor,” ujar Jafrizal, Sabtu (2/8/2025)
Untuk memastikan telur ayam dari Banyuasin layak ekspor, Pemprov Sumsel mewajibkan sertifikasi Good Farming Practice (GFP), Sertifikat Bebas Salmonella, bebas residu antibiotik, dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Sertifikasi tersebut menjadi jaminan bahwa produk telur bebas dari kontaminan berbahaya dan memenuhi standar keamanan pangan global.
“Ini bukan hanya soal kualitas, tapi juga menjaga kesehatan masyarakat secara luas. Produk hewani harus bebas dari penyakit, antibiotik, dan zat berbahaya lainnya,” tegas Jafrizal.
Banyuasin tak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menyuplai telur ke sejumlah daerah di luar Sumsel. Oleh karena itu, pemerintah optimistis peningkatan kualitas dan keamanan telur di wilayah ini akan berdampak besar secara ekonomi maupun kesehatan masyarakat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mencatat, sekitar 70 persen penyakit menular baru pada manusia berasal dari hewan. Karena itu, keamanan pangan berbasis hewani menjadi perhatian serius dalam rantai pasok protein harian masyarakat.
Langkah percepatan menuju sertifikasi ekspor juga akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor kesehatan hewan dan keamanan veteriner. Koordinasi lintas kabupaten/kota segera dilakukan agar program ini berjalan cepat dan efektif.
“Kami akan segera membentuk tim bersama kabupaten/kota untuk percepatan verifikasi dan pendampingan ke peternak,” tutup Jafrizal.

