RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) semakin serius mewujudkan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pusat logistik dan pintu ekspor utama di wilayah barat Indonesia. Gubernur Sumsel Herman Deru memastikan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai landasan pelaksanaan proyek segera diterbitkan pekan ini.
Regulasi tersebut menjadi langkah krusial untuk menggerakkan pembentukan konsorsium dan mempercepat pembangunan pelabuhan deep sea pertama di Sumsel.
Pergub ini juga akan membuka jalan bagi BUMD PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) untuk mendirikan anak perusahaan sebagai operator konsorsium yang akan bersinergi dengan tiga entitas besar: PT Pelindo, PT Samudra Pasai, dan PT Sumsel Konstruksi Utama (SKU). Komposisi kepemilikan ditetapkan dengan Pelindo memegang 51%, Samudra Pasai 30%, dan SKU 19%.
“Kita ingin proses akselerasi berjalan efektif. Ini bukan hanya proyek infrastruktur, tetapi fondasi transformasi ekonomi Sumsel,” ujar Herman Deru dalam rapat koordinasi, Selasa (4/11/2025).
Menurut Deru, Tanjung Carat akan menjadi game changer bagi distribusi barang, terutama komoditas unggulan Sumsel seperti batubara, karet, kelapa sawit, dan produk petrokimia. Pelabuhan ini akan memfasilitasi kapal ukuran besar, memungkinkan ekspor langsung tanpa harus melalui pelabuhan provinsi lain.
“Pelabuhan ini akan mengurangi ketergantungan logistik dan menempatkan Sumsel dalam peta perdagangan internasional sebagai pusat ekspor baru,” tegasnya.
Pemerintah meyakini keberadaan Tanjung Carat akan memperkecil biaya logistik, mempercepat rantai pasok, dan menarik investasi industri, khususnya sektor energi, agribisnis, dan manufaktur.
Deru menyebut tidak ada hambatan signifikan dalam proses pengembangan. Namun, ia menegaskan perlunya kerja cepat agar konstruksi segera dimulai.
“Infrastruktur strategis seperti ini tidak hanya menggerakkan ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat posisi Sumsel sebagai poros industri dan energi nasional,” tuturnya.
Pelabuhan Tanjung Carat direncanakan berlokasi di Banyuasin dan menjadi pelabuhan laut dalam pertama di Sumsel, sekaligus pelabuhan rakyat modern bernilai strategis untuk jangka panjang.
“Ini akan menjadi wajah baru Sumsel dalam arena logistik dan ekspor,” pungkas Deru.[THQ]

