RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berencana menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam waktu dekat. Keputusan ini diambil setelah beberapa kabupaten di wilayah Sumsel lebih dulu menetapkan status siaga, berdasarkan sejumlah indikator penting terkait kondisi kemarau yang berlangsung.
“Parameter sudah terpenuhi, termasuk analisis dari BMKG mengenai potensi cuaca, kemunculan hotspot, dan kejadian kebakaran di sejumlah wilayah,” kata Kepala BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, pada Selasa (3/6/2025).
Hingga kini, empat kabupaten di Sumsel telah menetapkan status siaga darurat, yakni Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan Musi Banyuasin (Muba). Berdasarkan pantauan BPBD, terdapat sepuluh kejadian karhutla di dua kabupaten, dengan satu titik di Prabumulih dan sembilan titik di Ogan Ilir.
Iqbal menegaskan, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini untuk menghadapi potensi karhutla yang lebih besar. Proses penetapan status siaga darurat saat ini sedang berlangsung di Biro Hukum Pemprov Sumsel.
“Sesuai arahan Gubernur Sumsel, sekecil apa pun potensi api harus segera dipadamkan untuk mencegah kebakaran meluas,” ujarnya.
BPBD Sumsel akan segera menggelar apel siaga yang melibatkan berbagai pihak terkait serta membangun posko terpadu untuk penanggulangan karhutla. Kesiapan ini dilakukan dengan mengacu pada prediksi BMKG bahwa musim kemarau tahun ini akan lebih panjang dibandingkan 2024, meskipun tidak sekering tahun 2023.
“Puncak kemarau tahun ini diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, dengan tingkat kekeringan yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan,” tambah Iqbal.[THQ]

