RELUNG.ID – Dalam upaya meningkatkan produksi padi, Sumatera Selatan menargetkan program cetak sawah seluas 48.000 hektare pada tahun ini. Langkah ini diharapkan dapat menambah pasokan gabah kering giling (GKG) hingga 1 juta ton, mendukung posisi Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Kepala Dinas Pertanian Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa tahapan survei investigasi dan desain (SID) telah dimulai sejak Maret lalu. Hingga pertengahan Mei, sebanyak 27.600 hektare lahan sudah masuk kontrak SID, dan tahap berikutnya akan dilanjutkan awal Juni untuk mencapai target keseluruhan.
“Konstruksi untuk cetak sawah akan dimulai pekan depan pada lahan seluas 5.000 hektare yang sudah selesai SID, tanpa menunggu semua kontrak SID rampung,” ujar Bambang seusai rapat percepatan cetak sawah di Palembang.
Ia menjelaskan bahwa kabupaten dengan kontribusi tertinggi dalam program ini adalah Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ulu Timur, dan Ogan Ilir, masing-masing dengan luasan sekitar 11.200 hingga 11.600 hektare.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan pada produksi padi di Sumsel. Saat ini, provinsi tersebut memproduksi hampir 3 juta ton GKG per tahun, atau tepatnya 2,94 juta ton. Dengan adanya tambahan lahan baru, hasil panen diproyeksikan meningkat secara bertahap.
“Cetak sawah baru memang membutuhkan waktu untuk mencapai produktivitas maksimal. Tahun pertama diperkirakan menghasilkan 3 hingga 4 ton per hektare, dan tahun kedua mendekati 5 ton,” jelasnya.[THQ]

