RELUNG.ID – Sunardi Hadi, Kepala Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, mendadak menjadi sorotan publik setelah video TikTok miliknya viral. Dalam video tersebut, Sunardi bersama tiga perangkat desa lainnya dengan santai menyatakan bahwa mereka “tidak takut sama istri.” Pernyataan itu pun menuai berbagai reaksi hingga akhirnya Sunardi membuat video klarifikasi dan meminta maaf.
Dampak Viral dan Klarifikasi
Sunardi, yang cukup aktif di media sosial dengan akun TikTok @Sunardihadi, awalnya bermaksud membuat konten tentang pelayanan warga usai libur Lebaran. Namun, secara spontan, ia mengganti ide awal dengan pernyataan kontroversial tersebut.
“Awalnya, kami mau buat video ucapan kami siap melayani warga. Tapi tiba-tiba saya ganti jadi ucapan ‘tidak takut istri,'” ujar Sunardi, Jumat (11/4/2025).
Tak disangka, video tersebut viral dan memicu reaksi beragam, termasuk dari sang istri, Fadilah, yang menanggapi secara tegas.
“Istri saya bahkan mengirim WA ke perangkat desa, bilang, ‘sampaikan ke mas, saya juga tidak takut sama suami,’” ungkap Sunardi.
Dalam video klarifikasinya, Sunardi menyatakan, “Kami meminta maaf atas video tersebut. Kami salah dan menyesal. Dengan ini kami tegaskan bahwa kami takut pada istri. Mohon video tersebut tidak disebarluaskan lagi.”
Respon Positif dan Komitmen Baru
Sunardi menyesali keputusan spontan tersebut, yang menurutnya telah berdampak besar. Bahkan, pejabat Kedutaan Besar RI di Kamboja, yang sebelumnya mengenalnya karena pernah membantu warga di sana, turut menanyakan kebenaran video tersebut.
Setelah kejadian ini, Sunardi berjanji akan lebih bijak dalam membuat konten. Ia berencana fokus pada hal-hal positif, seperti mempromosikan potensi Desa Sidomukti melalui media sosial.
“Kami ingin memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi yang efektif untuk menginformasikan program desa,” jelasnya.
Sunardi berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi dirinya dan orang lain untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
“Kami ingin memastikan ke depan, konten-konten yang kami buat lebih mendidik dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Meski sempat menjadi bahan perbincangan, langkah cepat Sunardi dalam meminta maaf dan melakukan klarifikasi mendapat apresiasi dari berbagai pihak sebagai bukti tanggung jawab dan kepedulian seorang pemimpin desa.[///]

