RELUNG.ID – Aplikasi Sunbird kembali meramaikan pasar layanan pesan instan setelah sempat dihentikan akibat masalah privasi pada 2023.
Kini, aplikasi Android yang menawarkan dukungan iMessage tersebut resmi memasuki tahap beta terbuka (open beta) dengan sejumlah fitur baru dan rencana ekspansi ke berbagai platform perpesanan.
Sunbird memungkinkan pengguna Android mengakses layanan iMessage tanpa memerlukan perangkat keras tambahan.
Selain iMessage, aplikasi ini juga mendukung RCS serta SMS/MMS, sehingga seluruh aktivitas berkirim pesan dapat dilakukan melalui satu aplikasi.
Menurut Sunbird, meski Apple kini telah mendukung standar RCS, pengalaman berkirim pesan antara Android dan iPhone masih belum sepenuhnya setara dengan iMessage.
Pesan RCS di iPhone masih ditampilkan dalam gelembung hijau, sementara sejumlah fitur seperti reaksi pesan, balasan (reply), dan fungsi grup iMessage belum bekerja secara optimal saat melibatkan pengguna RCS.
Aplikasi Sunbird kini sudah tersedia di Google Play Store. Pengguna baru dapat mencoba layanan secara gratis selama 14 hari.
Setelah masa uji coba berakhir, biaya berlangganan ditetapkan sebesar US$2,99 per bulan atau US$24,99 per tahun.
Perusahaan mengungkapkan bahwa selama tahap closed beta, sekitar 33 persen pengguna yang mengunduh aplikasi memulai masa uji coba gratis, sementara sekitar 8 persen di antaranya kemudian beralih menjadi pelanggan berbayar.
Meski kembali hadir dengan berbagai pembaruan, Sunbird masih dibayangi rekam jejak keamanan yang kurang baik.
Pada 2023, perusahaan bekerja sama dengan Nothing menghadirkan layanan Nothing Chats, yang memanfaatkan teknologi Sunbird untuk menghadirkan iMessage di perangkat Android.
Namun, layanan tersebut hanya bertahan kurang dari sepekan sebelum ditarik dari Google Play Store setelah muncul kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data pengguna.
Tak lama kemudian, Sunbird juga menghentikan layanannya dan melakukan pengembangan ulang dari awal.
Dalam versi beta terbuka kali ini, Sunbird memperkenalkan sistem pengelompokan pesan melalui dua tab, yakni Primary dan Secondary.
Tab Primary berisi percakapan dari kontak yang paling sering berinteraksi dengan pengguna, sedangkan tab Secondary digunakan untuk pesan dari nomor tak dikenal maupun pesan sekali pakai seperti kode verifikasi.
Ke depan, Sunbird juga berencana memperluas dukungan ke layanan perpesanan lain seperti WhatsApp dan Facebook Messenger.
Fitur tersebut disebut telah memasuki tahap akhir pengembangan dan ditargetkan meluncur pada kuartal ketiga tahun ini.
Selain itu, perusahaan tengah mengembangkan serangkaian fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui Sunbird Intelligence.
Fitur ini akan menghadirkan ringkasan percakapan yang diproses langsung di perangkat (on-device), sehingga pengguna dapat dengan cepat memahami isi obrolan yang panjang.
Sunbird juga menyiapkan asisten AI yang mampu membantu menyusun balasan pesan dan menjalankan berbagai tugas sederhana. Seluruh fitur AI tersebut dijadwalkan mulai tersedia pada kuartal ketiga 2026. (LWM)

