RELUNG.ID – Insiden tabrak lari merenggut nyawa seorang bocah berusia 10 tahun bernama Nabihan Ataya dan melukai seorang pedagang sayur keliling. Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Kombes Haji Umar, Kota Pagar Alam, Rabu (22/1/2025) sekitar pukul 05.30 WIB.
Menurut keterangan warga, Nabihan saat itu sedang berada di pinggir jalan bersama pedagang sayur ketika tiba-tiba sebuah mobil Daihatsu Sigra melaju kencang dan menabrak keduanya. Setelah kecelakaan, mobil tersebut langsung melarikan diri ke arah Kabupaten Lahat.
“Suaranya sangat keras. Kami langsung ke lokasi dan melihat ada seorang anak yang terluka parah dan pedagang sayur yang terjatuh. Mobilnya langsung kabur,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Akibat insiden itu, Nabihan mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, pedagang sayur keliling mengalami luka ringan dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Kanit Laka Lantas Polres Pagar Alam, Aipda Wahyu, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
“Kami sudah mengantongi informasi tentang mobil Sigra yang melarikan diri. Berdasarkan keterangan saksi, mobil itu kabur menuju arah Lahat. Kami masih memburu pelaku,” tegas Wahyu.
Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan mobil tersebut untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. Wahyu juga meminta pelaku agar menyerahkan diri dan bertanggung jawab atas perbuatannya.
“Kami berharap pelaku memiliki kesadaran dan segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan insiden ini,” tambahnya.
Salah satu anggota keluarga korban, Dayat, menyampaikan harapannya agar pelaku tabrak lari ini segera ditemukan. Ia menuntut keadilan atas insiden yang telah merenggut nyawa keponakannya.
“Kami hanya ingin keadilan. Semoga pelaku punya hati nurani dan bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat,” ucap Dayat.
Jenazah Nabihan telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sementara itu, pedagang sayur yang terluka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat. Hingga kini, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. [AYK]

