RELUNG.ID – TAG Heuer kembali membuat gebrakan di dunia horologi dengan memperkenalkan Monaco Split-Seconds Chronograph Air 1, sebuah jam tangan futuristik yang diklaim terinspirasi oleh dunia hypercar modern.
Meski tidak memiliki kerja sama resmi dengan produsen mobil mana pun, TAG Heuer menyebut bahwa desain Air 1 mengadopsi elemen estetika serta teknologi manufaktur yang digunakan di industri otomotif kelas atas.
Jam tangan ini langsung mencuri perhatian bukan hanya karena tampilannya yang ekstrem, tetapi juga karena harganya yang menyaingi supercar 150.000 franc Swiss, atau sekitar USD 186.000.
Harga tersebut sepadan dengan statusnya sebagai salah satu model Monaco paling kompleks dan inovatif yang pernah dibuat.
Monaco Air 1 menggunakan casing titanium Grade 5 yang dibuat dengan proses Selective Laser Melting (SLM), teknik manufaktur aditif yang lazim ditemukan pada industri kedirgantaraan dan otomotif.
Proses ini memungkinkan struktur jam seolah dipahat dari dalam, menghasilkan bobot yang sangat ringan untuk ukurannya hanya 86 gram.
Dengan diameter 41 mm, ketebalan 15,2 mm, dan panjang lug-to-lug 47,9 mm, jam ini tetap terasa ringan di pergelangan tangan meski tampilannya kokoh dan futuristik.
Namun, konstruksi rumit ini membuat Air 1 hanya memiliki ketahanan air 30 meter cukup untuk percikan air atau cuci tangan, tetapi tidak cocok untuk berenang atau terkena tekanan air dinamis.
Di dalam casing titanium tersebut bekerja Calibre TH81-00, mesin kronograf split-seconds yang pertama kali diperkenalkan pada Only Watch 2023.
Mesin ini beroperasi pada 36.000 bph dan menawarkan cadangan daya 65 jam, atau sekitar 55 jam dengan kronograf aktif.
Bagian belakang jam menampilkan rangka titanium dan motif honeycomb yang terinspirasi dari penutup mesin hypercar, serta detail emas kuning 2N dan pelat jam safir.
Seri Monaco dikenal dengan dial persegi yang ikonik, dan Air 1 mempertahankan ciri khas tersebut dengan pendekatan lebih modern. Kristal safir hitam di bagian muka menambah nuansa avant-garde dari jam tangan ini.
CEO TAG Heuer, Antoine Pin, menyebut Air 1 sebagai salah satu produk paling inovatif yang pernah dibuat perusahaan.
“Bayangkan seperti ini: berkat SLM, seorang insinyur jam tangan dapat mewujudkan kreasi paling liar seorang desainer. Proses SLM membawa kita ke dimensi baru, menulis ulang aturan desain casing.” katanya.
Sebagai penegas eksklusivitasnya, TAG Heuer hanya memproduksi 30 unit Monaco Split-Seconds Chronograph Air 1. (LWM)

