RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menargetkan pemasangan 100 kamera pengawas (CCTV) baru pada 2026.
Penambahan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat sistem pengawasan kota berbasis digital guna meningkatkan keamanan, mengurai kemacetan, serta mempercepat penanganan banjir.
Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Berdasarkan kajian pemerintah, Kota Palembang diperkirakan memerlukan sekitar 1.000 titik CCTV agar seluruh kawasan strategis dapat terpantau secara optimal.
Kepala Diskominfo Kota Palembang, Kemas Haikal, mengatakan kajian teknis lokasi pemasangan CCTV telah disiapkan dan masuk dalam perencanaan anggaran 2026.
Saat ini, pihaknya masih menyempurnakan regulasi serta mekanisme pengadaan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.
“Kajian teknisnya sudah kami siapkan. Saat ini kami masih mematangkan formulasi dan mekanisme pengadaan. Namun kami optimistis target penambahan 100 titik CCTV dapat direalisasikan tahun ini,” ujar Haikal usai menghadiri acara pisah sambut Kepala Diskominfo Kota Palembang, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, pemasangan CCTV akan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan di setiap wilayah. Prioritas diberikan pada kawasan rawan kriminalitas, titik-titik kemacetan, hingga daerah yang sering mengalami genangan maupun banjir.
“Penempatannya berbasis skala prioritas. Jadi bukan sekadar menambah jumlah, tetapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Saat ini, jaringan CCTV milik Pemkot Palembang masih terbatas dan baru terpasang di sejumlah lokasi strategis, seperti kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Jembatan Ampera, Simpang Lima, serta beberapa persimpangan jalan utama.
Haikal mengakui, tambahan 100 unit CCTV belum mampu memenuhi kebutuhan pengawasan kota secara menyeluruh. Namun, langkah tersebut menjadi tahap awal dalam memperluas jaringan pemantauan berbasis teknologi.
“Kebutuhan ideal memang sekitar 1.000 titik. Karena itu, penambahan 100 titik ini merupakan tahap awal untuk memperluas sistem pengawasan berbasis digital di Kota Palembang,” ujarnya.
Ia menambahkan, fungsi CCTV tidak hanya sebatas meningkatkan keamanan, tetapi juga menjadi perangkat penting dalam mendukung tata kelola kota modern.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau arus lalu lintas secara real time, membantu aparat mengungkap tindak kriminal, hingga memonitor kondisi genangan saat hujan sehingga penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat.
“Indikator pemasangan CCTV meliputi aspek keamanan, rekayasa lalu lintas, serta pemantauan kondisi banjir. Semua itu menjadi bagian dari percepatan transformasi menuju sistem kota cerdas atau smart city,” katanya.
Program penambahan CCTV ini juga menjadi salah satu agenda awal Kemas Haikal setelah resmi menjabat sebagai Kepala Diskominfo Kota Palembang menggantikan Adhi Zahri. Ia berharap perluasan jaringan kamera pengawas dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memberikan rasa aman yang lebih baik bagi masyarakat.
“Kami ingin sistem pengawasan kota semakin baik. Memang belum bisa langsung memenuhi kebutuhan ideal, tetapi kami akan melakukannya secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” tutupnya. (DSK)

