RELUNG.ID – Taiwan resmi meluncurkan visa digital nomad, yang memungkinkan para pekerja jarak jauh dari seluruh dunia tinggal dan bekerja di negara kepulauan ini hingga enam bulan. Langkah ini diambil untuk mendukung perkembangan inovasi dan meningkatkan daya tarik Taiwan sebagai tujuan utama bagi para profesional digital nomad.
Dilansir dari Travel and Leisure, Pemerintah Taiwan juga berkomitmen untuk menginvestasikan lebih dari 4,5 miliar dolar AS setiap tahunnya guna mendorong kewirausahaan inovatif.
Menteri Dewan Pembangunan Nasional Taiwan, Liu Chin-ching, menyatakan optimisme bahwa visa ini dapat menarik lebih banyak pekerja asing sekaligus memanfaatkan potensi wisata dan kualitas hidup Taiwan yang unggul.
“Kami berharap visa digital nomad ini dapat memperkenalkan gaya hidup Taiwan kepada dunia dan memanfaatkan keunggulan kami, mulai dari fasilitas teknologi hingga keindahan alam,” kata Liu.
Pemerintah Taiwan menargetkan sekitar 10.000 digital nomad pada tahun 2028, dengan harapan 10 persen dari mereka akan memilih untuk tinggal jangka panjang di Taiwan. Kebijakan ini juga dirancang untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dan teknologi, sekaligus mendukung pertumbuhan wisatawan internasional.
Destinasi Pilihan Digital Nomad
Sebagai destinasi digital nomad, Taiwan menawarkan:
– Internet super cepat dan infrastruktur modern.
– Biaya hidup yang kompetitif.
– Beragam objek wisata mulai dari keindahan alam hingga atraksi budaya.
– Dukungan lingkungan kerja fleksibel dengan banyak coworking space.
Langkah ini juga sejalan dengan program promosi pariwisata Taiwan. Pada tahun 2023, Taiwan meluncurkan skema insentif berupa pembagian uang tunai kepada wisatawan asing.
Dengan peluncuran visa digital nomad, Taiwan bergabung dengan negara-negara seperti Spanyol, Brasil, Vietnam, dan Jepang, yang lebih dulu menyediakan fasilitas serupa bagi pekerja jarak jauh.
Bagi traveler yang ingin menggabungkan pekerjaan dan eksplorasi, Taiwan kini menjadi salah satu destinasi yang menawarkan peluang luar biasa.[TRA]

