Setelah dua setengah tahun memberlakukan larangan kedatangan dari semua negara akibat pandemi. Kini, Pemerintah Taiwan membuka kembali pembatasan tersebut untuk para pelancong internasional.
Bahkan, Kamis (13/10). Pemerintah Taiwan menghapus wajib karantina kepada para pelancong.
Dilansir dari laporan media lokal, Taiwan mulai mengeluarkan peringatan perjalanan level 3 untuk semua negara pada 21 Maret 2020. Ini berarti larangan penuh perjalanan ke Taiwan untuk sebagian besar pelancong asing, dengan hanya warga negara dan penduduk lokal yang diizinkan masuk dengan syarat mereka harus menjalani 14 hari karantina.
Kebijakan ini berlanjut selama dua tahun, tetapi secara bertahap mulai mereda pada bulan April tahun ini saat negara tersebut mengadopsi kebijakan hidup berdampingan dengan Covid. Proses ini dipercepat dengan pembukaan perbatasan Taiwan dalam dua fase, pertama pada 29 September dan yang kedua pada 13 Oktober.
Pada fase pertama, Taiwan meningkatkan kuota kedatangan penumpang mingguan dari 50.000 menjadi 60.000, memulai prinsip “satu orang per kamar”, mengakhiri tes swab pada saat kedatangan, dan memperluas perjalanan bebas visa ke negara-negara resiprokal.
Pada fase kedua, negara ini mengakhiri karantina, membuka perbatasan bagi para pelancong dari negara-negara yang memerlukan visa reguler untuk masuk, menaikkan kuota kedatangan penumpang mingguan menjadi 150.000, dan mengakhiri larangan kelompok wisata dari luar negeri.
Di bawah rencana “0+7”, penumpang yang masuk tidak perlu lagi menjalani karantina dan sebagai gantinya akan diinstruksikan untuk memulai pemantauan kesehatan diri selama tujuh hari.
Empat alat tes cepat akan diberikan kepada semua penumpang yang tiba mulai usia dua tahun ke atas. Pada hari kedatangan (Hari 0) atau hari berikutnya (Hari 1), penumpang disarankan untuk melakukan tes antigen cepat.
Setelahnya tidak ada pengujian lebih lanjut yang diperlukan kecuali pelancong mengalami gejala Covid yang dicurigai atau mereka berencana untuk bepergian selama fase pemantauan kesehatan diri.
Jika seseorang perlu keluar selama periode ini, mereka harus melakukan tes antigen cepat dan menerima hasil negatif dalam waktu 48 jam sebelum meninggalkan akomodasi mereka.

