RELUNG.ID – Sebanyak 219 warga di Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi es buah yang dijual sebuah warung setempat. Dari jumlah tersebut, 110 orang masih menjalani observasi medis di sejumlah rumah sakit.
Insiden ini menjadi perhatian setelah sejumlah korban mengalami gejala berupa pusing, muntah, dan diare. Keluhan tersebut dilaporkan muncul sekitar 8 hingga 10 jam setelah mereka mengonsumsi es buah yang diduga menjadi sumber keracunan.
Di tengah penanganan para korban, pemilik warung es buah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui sebuah video yang diunggah di akun TikTok Joss Sidowangi.
Dalam video tersebut, pemilik warung tampak menyesali kejadian yang menimpa para pelanggannya. Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk mencelakai siapa pun melalui dagangannya.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya selaku pemilik es buah Jos Gawang memohon maaf kepada seluruh korban dan keluarga korban. Semoga diberi ketabahan dan kesabaran,” ucapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan sesuatu yang disengaja.
“Tidak ada niat sedikit pun dalam hati saya untuk meracuni atau bagaimana. Saya sekali lagi mohon maaf kepada seluruh korban dan keluarga korban,” lanjutnya.
Sementara itu, para korban yang masih menjalani observasi medis dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Merah Putih, RSUD Muntilan, dan RSUD Bukit Menoreh.
Pemerintah Kabupaten Magelang memastikan biaya pengobatan para korban akan ditanggung pemerintah daerah.
Untuk mengungkap penyebab kejadian, pihak berwenang telah mengambil sampel muntahan korban dan es buah yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Sampel itu selanjutnya diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat memastikan penyebab pasti keracunan, termasuk apakah terdapat kandungan atau kontaminasi tertentu dalam minuman yang dikonsumsi para korban.
Di sisi lain, Polresta Magelang masih melakukan penyelidikan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Garis polisi telah dipasang di kios es buah untuk mendukung proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasatreskrim Polresta Magelang, Komisaris Laode Arwansyah, mengungkapkan bahwa pemilik warung juga mengalami keracunan setelah ikut mengonsumsi es buah dagangannya.
“Penjualnya juga menjadi korban keracunan. Untuk total pegawai yang menjadi korban belum kami data,” kata Laode, seperti dikutip dari Tribun Jogja.
Ia menegaskan, kepolisian belum dapat menyimpulkan apakah insiden tersebut mengandung unsur pidana. Penyidik masih perlu mengumpulkan keterangan para saksi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan.
“Untuk ada pidana atau tidak belum bisa kami simpulkan karena masih perlu pendalaman keterangan saksi-saksi dan hasil lab dari sampel makanan,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti keracunan massal tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan pendalaman penyelidikan kepolisian. (vid)

