Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Bisnis»Tak Lagi Jadi Penonton, Indonesia Resmi Masuk Peta Besar Perdagangan Durian China
Bisnis

Tak Lagi Jadi Penonton, Indonesia Resmi Masuk Peta Besar Perdagangan Durian China

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda16/12/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Badan Karantina Indonesia (Barantin) lepas ekspor durian beku ke China di Citereup Kab Bogor, Senin (15/12/2025). Foto: Dok. Barantin RI
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Indonesia akhirnya naik kelas dalam peta perdagangan durian dunia. Untuk pertama kalinya, durian beku produksi dalam negeri dikirim langsung ke China tanpa perantara, menandai perubahan besar dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi eksportir utama ke pasar premium.

Ekspor perdana ini dilepas Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada Senin (15/12/2025) dari Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 48 ton durian beku dengan nilai Rp 5,1 miliar dikapalkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Qingdao, China.

Langkah ini menjadi titik balik bagi industri durian nasional yang selama bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang negara tetangga. Sebelumnya, durian Indonesia kerap dikirim ke Thailand atau Malaysia untuk kemudian diolah dan diekspor ulang ke China dengan label negara lain.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin), Aditya Pradewo, menilai terbukanya akses langsung ke China sebagai peluang strategis yang dapat mendongkrak devisa negara secara signifikan.

“Permintaan durian di China sangat besar, nilainya sekitar USD 8 miliar per tahun. Kalau Indonesia bisa menguasai 5 sampai 10 persen saja, potensi devisanya bisa mencapai Rp 6,4 triliun hingga Rp 12,8 triliun per tahun,” ujarnya.

Keunggulan Indonesia tidak hanya terletak pada volume produksi, tetapi juga pada keragaman varietas. Durian unggulan seperti Bawor, Super Tembaga, dan Namlung disebut memiliki karakter rasa yang mampu bersaing dengan produk dari Thailand dan Vietnam.

Selain membuka pasar baru, ekspor langsung ini juga membawa dampak efisiensi yang besar bagi pelaku usaha. Selama ini, pengiriman melalui negara ketiga membuat biaya logistik membengkak. Kini, jalur langsung ke China memangkas ongkos pengiriman hingga ribuan dolar per kontainer.

“Kalau lewat Thailand, biayanya bisa sampai USD 18.000 per kontainer. Sekarang cukup sekitar USD 10.000 sampai USD 11.000. Penghematannya sangat terasa,” kata pelaku usaha durian beku, Muchlido Apriliast.

Di balik keberhasilan ini, proses panjang telah ditempuh hampir dua tahun. Kepala Barantin, Sahat Panggabean, menyebut ekspor perdana ini sebagai hasil diplomasi teknis yang intensif antara pemerintah Indonesia dan otoritas karantina China.

Kesepakatan resmi dicapai setelah penandatanganan Protokol Ekspor Durian Beku Indonesia–China pada Mei 2025. Protokol tersebut mengatur standar ketat mulai dari kebun, proses pembekuan, hingga pengemasan produk.

Plt. Deputi Karantina Tumbuhan Barantin, Drama Panca Putra, menegaskan bahwa aspek mutu dan ketelusuran menjadi kunci utama menjaga kepercayaan pasar China. Produk harus dibekukan pada suhu sangat rendah dan berasal dari kebun serta rumah kemas yang telah tersertifikasi.

Saat ini, delapan rumah pengemasan durian beku telah terdaftar dan memenuhi standar ekspor ke China, mayoritas berada di Sulawesi Tengah.[THQ]

China Durian Ekspor Perdagangan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBelanja Disisir, Rp60 Triliun Diamankan: Strategi Senyap Pemerintah Menahan Defisit APBN 2025
Next Article 2.082 PPPK Paruh Waktu OKU Timur Dilantik, Bupati Tegaskan Disiplin dan Kinerja
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Bisnis

Naik Rp15 Ribu, Ini Daftar Terbaru Harga Emas Antam

30/09/20266 Views
Bisnis

Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga

27/09/202613 Views
Bisnis

Turis Asing Belanja Pakai QRIS Capai Rp6,2 Triliun, 96,7 Persen Merchant UMKM

27/09/20265 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,917 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,789 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,762 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?