RELUNG.ID – Kehidupan Syahrini berubah drastis setelah menikah dengan Reino Barack. Perempuan yang sebelumnya lekat dengan panggung hiburan dan sorotan publik itu kini memilih menjalani kehidupan yang jauh lebih tenang bersama keluarga.
Bukan sekadar mengurangi aktivitas di dunia hiburan, Syahrini mengaku harus melalui proses panjang untuk menerima perubahan tersebut.
Ia kini lebih banyak berada di rumah dan memusatkan perhatian pada perannya sebagai istri sekaligus ibu. Perubahan itu juga membuat Syahrini belajar mengendalikan ego dan menyesuaikan diri dengan kehidupan rumah tangga.
“Aku betul-betul belajar bagaimana aku bisa meredam egoku,” ungkap Syahrini.
Menurutnya, kehidupan setelah menikah membuat ruang geraknya menjadi lebih terbatas dibandingkan ketika masih aktif sebagai penyanyi dan figur publik.
“Aku jadi di rumah, aku mengabdi jadi seorang istri, kehidupanku jadi sempit,” lanjutnya.
Meski demikian, Syahrini tidak melihat keputusan tersebut sebagai bentuk kehilangan atau pengorbanan semata. Ia justru menganggap perubahan itu sebagai bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani dengan proses dan pembelajaran. “Berproses banget. Belajar,” tegasnya.
Syahrini mengungkap perubahan dalam hidupnya tersebut sudah diniatkan sejak dirinya melangsungkan akad nikah di sebuah masjid di Tokyo, Jepang. Saat itu, ia mengaku telah menanamkan niat untuk menjalani kehidupan rumah tangga sebagai bentuk ibadah.
“Jadi begitu aku akad nikah di masjid, Tokyo, aku niatkan karena Allah saat itu,” ujar Syahrini.
Ia menyadari bahwa setelah menikah, dirinya memiliki peran baru sebagai seorang istri. Karena itu, Syahrini berusaha menerima tanggung jawab tersebut dan mengabdikan dirinya kepada Reino Barack.
“Ya Allah, aku mau beribadah. Aku ingin mengabdi kepada laki-laki yang aku pilih, yaitu Reno Barak. Aku ingin menjadi istri,” tuturnya.
Pilihan tersebut membuat kehidupan Syahrini kini tidak lagi berpusat pada panggung hiburan. Ia lebih banyak menikmati waktu bersama keluarga dan menjalani kesehariannya sebagai istri serta ibu. Meski meninggalkan aktivitas hiburan bukan keputusan mudah, Syahrini ternyata tidak terlalu khawatir kehilangan popularitas.
Ia meyakini popularitas bisa datang kembali selama seorang seniman mampu menghasilkan karya yang berkualitas. Bagi Syahrini, karya yang kuat memiliki usia panjang dan dapat kembali dikenang meski sang penyanyi sempat lama tidak tampil di hadapan publik.
“Aku punya pemikiran gini. Yang namanya karya itu tidak akan lekang oleh zaman kalau karyanya kita mumpuni dan berkualitas,” jelasnya.
Ia memberikan contoh ketika dirinya kembali merilis sebuah lagu. Jika lagu tersebut dinilai bagus dan mampu dinikmati pendengar, menurut Syahrini, publik akan kembali mengingat dirinya.
“Kalau lagunya enak dan dinikmati oleh penikmat, ya kita kembali lagi juga pasti penikmat musik me-remind lagi Syahrini seperti yang dulu,” pungkasnya. (KPB)

