RELUNG.ID – Anggota DPD RI asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, tengah menjadi sorotan setelah foto kehadirannya dalam ajang Miss Equality World 2026 di Thailand viral di media sosial.
Foto Arya Wedakarna saat menghadiri ajang tersebut beredar luas di platform X. Kehadirannya menjadi perhatian karena Miss Equality World merupakan kontes kecantikan internasional yang mengangkat isu keberagaman sekaligus memberikan ruang advokasi bagi komunitas transgender.
Arya diketahui hadir dalam rangkaian kegiatan yang digelar di MGI Convention Center, Bangkok, Thailand, pada 22–30 Agustus 2026. Salah satu unggahan yang menampilkan kehadiran Arya diunggah akun X @MiskinTV_. Dalam unggahan tersebut, Arya disebut menerima penghargaan dalam ajang Miss Equality World 2026.
Hingga Kamis (3/9/2026), unggahan itu telah ditonton lebih dari 40 ribu kali dan memicu ratusan komentar warganet. Sejumlah warganet mempertanyakan kehadiran Arya yang diketahui merupakan anggota DPD RI periode 2024–2029 dalam ajang tersebut.
Arya kemudian memberikan klarifikasi mengenai kehadirannya di Thailand. Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @aryawedakarna, Kamis (3/9/2026), Arya menegaskan dirinya datang bukan sebagai pejabat negara.
Ia mengaku hadir sebagai tokoh budaya Bali dan tokoh Hindu. “Jadi saya ingin mengklarifikasi bahwa kunjungan kerja saya ke Thailand itu bukan sebagai pejabat negara, tapi saya sebagai tokoh budaya Bali,” kata Arya.
Arya mengatakan dirinya tidak membawa identitas sebagai pejabat negara saat menghadiri kegiatan tersebut. Ia juga mengenakan pakaian adat Bali. Menurutnya, undangan datang dari MS Organization yang sebelumnya telah melakukan audiensi dengannya di Bali.
Ia menyebut rangkaian kegiatan di Thailand berlangsung selama beberapa hari dan tidak hanya berkaitan dengan kontes kecantikan. Kegiatan tersebut, kata Arya, mencakup diskusi, kuliner, pameran hingga pertemuan dengan pengusaha dari berbagai latar belakang.
Arya juga mendapat kesempatan mempromosikan pariwisata Bali, khususnya Bali Barat, melalui peluncuran sebuah video di hadapan peserta acara. “Tim dari Thailand ini sudah berkunjung ke Bali mempromosikan Bali dan saya diberikan kesempatan untuk meluncurkan video itu di hadapan publik,” ujarnya.
Kehadiran Arya di acara yang diikuti berbagai kalangan, termasuk peserta kontes kecantikan transgender, juga menjadi sorotan. Namun, Arya menegaskan dirinya datang sebagai tamu sehingga tidak merasa memiliki kewenangan untuk mengomentari panitia maupun latar belakang peserta.
“Saya sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa. Kemudian gendernya apa, itu kan etika. Saya tidak dalam posisi mengomentari,” katanya.
Arya juga membenarkan dirinya menerima penghargaan dalam acara tersebut. Ia menyebut penghargaan diberikan karena dirinya dinilai sebagai tokoh Bali, budaya Bali dan pariwisata Bali. Setelah menerima penghargaan, Arya mengaku langsung meninggalkan acara.
“Saya duduk, saya hadir menerima penghargaan, ya sudah pulang,” ucapnya.
Arya juga mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai rangkaian pemilihan Miss Equality World 2026. Ia bahkan mengaku tidak mengenal para delegasi yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya enggak paham karena mungkin itu rangkaian. Jadi saya duduk, saya hadir menerima penghargaan, ya sudah pulang,” tuturnya.
Arya menjelaskan, MS Organization sebelumnya telah beberapa kali menggelar kegiatan di Bali. Kegiatan itu antara lain festival kuliner, promosi pariwisata, diskusi hingga pertemuan bisnis.
Menurut Arya, keterlibatan dirinya dalam kegiatan tersebut lebih diarahkan pada kepentingan promosi pariwisata Bali. “Kalau dari Arya Wedakarna pragmatis saja. Bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali, bagaimana Bali menjadi tempat yang ramah,” katanya.
Ia menyebut terdapat delegasi dari 15 negara dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, para peserta memiliki ketertarikan terhadap Bali.
Arya pun menilai keterlibatan Bali dalam kegiatan internasional tersebut menjadi peluang untuk memperkenalkan pariwisata Pulau Dewata kepada dunia.
“Kita bangga bahwa Bali dilibatkan menjadi 15 negara yang dianggap memiliki pariwisata yang humanis, yang universal dan juga mendapatkan satu promosi,” pungkasnya. (KPB)

