RELUNG.ID- Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menegaskan bahwa pendidikan kedua anaknya di luar negeri tidak menggunakan dana pemerintah maupun beasiswa negara. Ia menyebut seluruh biaya ditanggung secara mandiri oleh keluarga.
Pernyataan tersebut disampaikan Pigai melalui akun media sosial X pribadinya dan menjadi sorotan publik. Ia menekankan bahwa keberhasilan anak-anaknya menembus institusi pendidikan bergengsi dunia merupakan hasil kerja keras dan prinsip kemandirian yang dijunjung dalam keluarga.
“Dua anak saya sekolah tanpa biaya pemerintah, tanpa LPDP seperti kebanyakan anak pejabat,” ujar Pigai, dikutip Minggu (29/3/2026).
Pigai menjelaskan, putrinya, Putri Papuana Melanesiani Pigai, baru saja menyelesaikan pendidikan di sekolah kuliner ternama dunia, Le Cordon Bleu di Eropa. Sebelumnya, sang putri juga sempat menempuh pendidikan di Amerika Serikat.
Sementara itu, putranya kini tengah menjalani studi sarjana (S1) di University of Tokyo, salah satu universitas paling bergengsi di Jepang. Ia menyebut proses masuk melalui jalur ujian nasional Jepang sangat kompetitif, terutama bagi mahasiswa internasional.
Menurut Pigai, capaian tersebut bahkan mendapat perhatian di lingkungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo.
Di sisi lain, Pigai juga mengungkap kondisi pribadinya sebagai pejabat negara. Ia mengaku tidak memiliki rumah maupun tanah, namun menilai keberhasilan pendidikan anak-anaknya sebagai aset yang jauh lebih berharga.
“Saat ini saya tidak punya rumah dan tanah. Tapi prestasi anak-anak saya bernilai tinggi,” katanya.
Ia menegaskan tidak ingin memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, termasuk dalam hal pendidikan anak. Pigai juga menyebut kedua anaknya menjalani kehidupan sederhana tanpa menggunakan fasilitas negara.
“Mereka tidak tahu kantor saya, tidak pernah ikut fasilitas. Mereka biasa saja, naik taksi atau bawa motor,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Pigai mengajak publik untuk menempatkan integritas dan nilai keluarga sebagai fondasi utama dalam mendidik anak. Menurutnya, keberhasilan anak tidak terlepas dari karakter serta prinsip yang ditanamkan orang tua sejak dini.[YKP]

