Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kebijakan Baru MBG: Daerah Stunting Tinggi Terima Makanan Bergizi Hingga Sabtu
Regional

Kebijakan Baru MBG: Daerah Stunting Tinggi Terima Makanan Bergizi Hingga Sabtu

RiyadiBy Riyadi30/03/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Dapur SPPG OKI saat menyiapkan MBG bagi siswa di sekitaran Kayuagung. (Fauzi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan kebijakan baru bagi daerah dengan angka stunting tinggi. Melalui kebijakan ini, distribusi makanan bergizi tidak hanya dilakukan pada hari sekolah, tetapi juga diperluas hingga hari Sabtu.

Kebijakan tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Tingkat Atas (Rakortas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (28/3/2026).

Secara umum, program MBG diberikan kepada siswa selama lima hari mengikuti hari sekolah. Namun, khusus untuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi, pemerintah menetapkan tambahan distribusi pada akhir pekan guna memastikan kecukupan gizi anak tetap terjaga.

Baca juga :   Penerima MBG Baru 30 Juta, Presiden Prabowo Mengaku Sedih

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengatakan langkah ini merupakan strategi penting untuk mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Dadan, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada akurasi data penerima. Oleh karena itu, pemerintah menggunakan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 sebagai dasar penentuan wilayah prioritas.

Baca juga :   Ketatnya Standar Baru Kemenkes Bikin Dapur MBG Sumsel Tersendat, Sertifikasi Higiene Jadi Tantangan Serius

Ia menjelaskan, wilayah di Indonesia bagian timur, Sumatra, dan Papua menjadi fokus utama karena masih memiliki prevalensi stunting yang relatif tinggi.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Badan Gizi Nasional akan bekerja sama dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan di daerah dalam melakukan pendataan, mulai dari jumlah sekolah, jumlah siswa, hingga tingkat stunting di masing-masing wilayah.

“Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran,” katanya.

Baca juga :   Disbudpar Sumsel Targetkan 5.000 Wisatawan Mancanegara di 2025

Dadan menegaskan bahwa integritas data menjadi hal krusial dalam pelaksanaan program tersebut, mengingat dampaknya yang langsung berkaitan dengan kesehatan dan masa depan generasi muda.

“Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” tegasnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap seluruh anak sekolah, khususnya di daerah 3T dan wilayah dengan risiko stunting tinggi, dapat memperoleh asupan gizi yang cukup demi mendukung tumbuh kembang optimal sekaligus mempercepat penurunan angka stunting secara nasional.[YKP]

6 Hari BGN MBG 5 Hari Wilayah 3 T
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleUnjuk Rasa “No Kings” di Los Angeles Memanas, Aparat Gunakan Gas Air Mata
Next Article Tak Punya Rumah, Pigai Banggakan Prestasi Anak Tanpa Dana Negara
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,894 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,767 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,739 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?