RELUNG.ID – Rasa haru dan syukur menyelimuti kedatangan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Palembang di Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026). Setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, ratusan jemaah asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur akhirnya kembali menginjakkan kaki di kampung halaman dalam kondisi lengkap.
Kepulangan kloter pertama ini menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga yang telah menanti sejak keberangkatan beberapa pekan lalu. Sebab, seluruh jemaah yang berangkat kembali ke Indonesia tanpa kekurangan satu orang pun.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, Arkan Nurwahidin, mengatakan total rombongan yang tiba berjumlah 443 orang, terdiri dari 437 jemaah asal OKU Timur, satu jemaah asal Banyuasin, satu Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), serta empat petugas kloter.
“Alhamdulillah, sebagaimana saat berangkat, kloter pertama ini kembali dalam jumlah yang sama. Semua jemaah pulang dengan selamat, sehat, dan terlihat sangat bahagia,” ujarnya.
Menurut Arkan, suasana kedatangan dipenuhi wajah-wajah ceria para jemaah yang sudah tidak sabar untuk bertemu keluarga setelah menjalani perjalanan spiritual di Tanah Suci.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang, yang turut menyambut kedatangan jemaah mengatakan perjalanan dari Jeddah menuju Palembang memakan waktu belasan jam. Meski demikian, kondisi para jemaah secara umum tetap baik.
“Perjalanan cukup panjang dan tentu melelahkan. Namun alhamdulillah semuanya sehat dan terlihat gembira setelah menyelesaikan ibadah haji,” katanya.
Di balik senyum para jemaah, tersimpan berbagai pengalaman yang membekas selama menjalankan ibadah. Salah satunya dirasakan Sarno (67), jemaah asal OKU Timur yang mengaku momen paling mengharukan terjadi saat wukuf di Padang Arafah.
Menurutnya, jutaan umat Islam dari berbagai negara larut dalam suasana khusyuk dan penuh penyesalan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.
“Waktu wukuf di Arafah itu sangat luar biasa. Banyak yang menangis karena terharu, memohon ampun kepada Allah dan merenungkan perjalanan hidup masing-masing,” ujarnya.
Sarno mengaku suasana tersebut menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan sepanjang hidupnya. Meski harus menghadapi suhu udara yang sangat panas, ia dan jemaah lainnya tetap berupaya menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan sungguh-sungguh.
“Memang panasnya luar biasa, tetapi semua itu tidak mengurangi semangat untuk beribadah. Justru menjadi bagian dari perjuangan yang harus dijalani,” katanya.
Cerita serupa disampaikan Putra, jemaah lainnya yang menyebut ibadah haji tahun ini sebagai pengalaman paling berharga dalam hidupnya. Ia bersyukur dapat menyelesaikan seluruh tahapan ibadah dengan kondisi kesehatan yang tetap terjaga.
Menurut Putra, menjaga kebugaran fisik menjadi kunci agar dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah secara maksimal di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
“Kami fokus menjaga kesehatan dan menjalankan ibadah sebaik mungkin. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi keluarga dan generasi berikutnya untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.
Selain pengalaman spiritual, para jemaah juga mengapresiasi pelayanan yang diterima selama berada di Tanah Suci. Fasilitas akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan petugas dinilai berjalan baik sehingga mereka dapat lebih fokus beribadah.
Kepulangan kloter pertama ini sekaligus menjadi awal proses pemulangan jemaah haji Sumatera Selatan tahun 2026.
Pemerintah berharap seluruh jemaah yang kembali ke tanah air dapat membawa semangat baru, menjadi haji yang mabrur dan mabruroh, serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.[THQ]

