RELUNG.ID – Presiden Prabowo Subianto meresmikan 37 proyek strategis ketenagalistrikan nasional yang mencakup 26 pembangkit listrik berkapasitas total 3,2 gigawatt serta 11 jaringan transmisi dan gardu induk di 18 provinsi.
Peresmian terpusat di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dan terhubung secara virtual ke lokasi lainnya.
Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada energi dalam lima tahun mendatang. Ia optimistis Indonesia dapat menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dan menjadi pemain utama dalam transformasi energi global.
“Kita ingin menjadi negara modern, negara maju, meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia, dan menghilangkan kemiskinan. Untuk itu, energi sangat vital. Kita punya sumber daya alam yang besar dan kemampuan untuk melakukan transformasi ini. Saya percaya, dalam lima tahun kita tidak akan impor BBM lagi,” ujar Presiden.
Proyek strategis ini mencakup pembangunan jaringan transmisi sepanjang 739,71 kilometer sirkit (kms) dan gardu induk berkapasitas 1.740 megavolt ampere (MVA). Infrastruktur tersebut menjadi pondasi penting untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia menuju negara industri.
Dalam sambutannya, Presiden juga menyebut pencapaian kapasitas 3,2 gigawatt dari proyek ini sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang berkontribusi dalam mewujudkan proyek ini.
“Mungkin perlu diverifikasi, ini proyek energi terbesar di dunia. Tentu saja, ini adalah hasil kerja keras seluruh bangsa Indonesia, dari semua instansi, institusi, dan lembaga,” ungkap Presiden.
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa keberhasilan proyek ini merupakan hasil dukungan penuh pemerintah, termasuk penyelesaian berbagai tantangan seperti perizinan, pembebasan lahan, dan investasi.
“Semua tantangan bisa diselesaikan dengan cepat berkat dukungan kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Ini menjadi salah satu prestasi besar dalam program 100 hari pemerintahan beliau,” kata Darmawan. (EKO P)

