Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»TBC Masih Mengancam, Dinkes Sumsel: Jangan Abaikan Batuk Berkepanjangan
Regional

TBC Masih Mengancam, Dinkes Sumsel: Jangan Abaikan Batuk Berkepanjangan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda12/06/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi TBC. Foto : Istock
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh batuk berkepanjangan. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi gejala Tuberkulosis (TBC), penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius dan berpotensi menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.

Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, mengatakan TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan bukan penyakit keturunan seperti yang masih diyakini sebagian masyarakat.

Menurutnya, penularan TBC terjadi melalui udara, terutama di lingkungan dengan sirkulasi udara yang buruk dan minim ventilasi.

“Kalau memang tidak diobati, risiko kematiannya cukup tinggi. Yang paling penting penderita harus menjalani pengobatan sampai sembuh karena jika tidak, dia akan menjadi sumber penularan bagi orang lain, termasuk anggota keluarganya sendiri,” kata Trisnawarman, Jumat (12/6/2026).

Ia menjelaskan, satu penderita TBC yang tidak mendapatkan pengobatan berpotensi menularkan penyakit kepada orang-orang yang tinggal serumah maupun yang sering berinteraksi dekat dengannya.

Karena itu, selain memastikan pasien menjalani terapi hingga tuntas, anggota keluarga yang tinggal bersama penderita juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Kalau hasil pemeriksaan positif, akan diobati. Kalau belum terinfeksi, tetap diberikan terapi pencegahan dan edukasi agar tidak tertular,” ujarnya.

Trisnawarman menegaskan bahwa lingkungan yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah penyebaran TBC. Rumah dengan ventilasi yang baik dan paparan sinar matahari yang cukup dapat membantu mengurangi risiko penularan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menggunakan masker saat sedang sakit serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.

Selain itu, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan menjadi kunci utama keberhasilan penyembuhan. Pasien TBC diwajibkan mengonsumsi obat secara rutin selama sekitar enam bulan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

“Kepatuhan minum obat sangat penting. Jangan berhenti sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga medis karena bisa menyebabkan pengobatan gagal dan meningkatkan risiko penularan,” tegasnya.

Dinkes Sumsel juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu.

Menurut Trisnawarman, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

“Jika batuk lebih dari dua minggu, jangan ditunda. Segera periksa agar bisa diketahui apakah TBC atau bukan. Selain itu, konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga kesehatan keluarga juga penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkasnya.[THQ]

 

Dinkes Sumsel Sumsel TBC
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleCuaca Panas Menyengat di Sumsel, BMKG Imbau Warga Perbanyak Minum Air Putih
Next Article Nobar Piala Dunia dan Bansos, Ditlantas Polda Sumsel Perkuat Kemitraan Bersama Ojol
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,901 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,774 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,747 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?