RELUNG.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh batuk berkepanjangan. Pasalnya, kondisi tersebut bisa menjadi gejala Tuberkulosis (TBC), penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius dan berpotensi menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan tepat.
Kepala Dinkes Sumsel, Trisnawarman, mengatakan TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan bukan penyakit keturunan seperti yang masih diyakini sebagian masyarakat.
Menurutnya, penularan TBC terjadi melalui udara, terutama di lingkungan dengan sirkulasi udara yang buruk dan minim ventilasi.
“Kalau memang tidak diobati, risiko kematiannya cukup tinggi. Yang paling penting penderita harus menjalani pengobatan sampai sembuh karena jika tidak, dia akan menjadi sumber penularan bagi orang lain, termasuk anggota keluarganya sendiri,” kata Trisnawarman, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, satu penderita TBC yang tidak mendapatkan pengobatan berpotensi menularkan penyakit kepada orang-orang yang tinggal serumah maupun yang sering berinteraksi dekat dengannya.
Karena itu, selain memastikan pasien menjalani terapi hingga tuntas, anggota keluarga yang tinggal bersama penderita juga harus menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Kalau hasil pemeriksaan positif, akan diobati. Kalau belum terinfeksi, tetap diberikan terapi pencegahan dan edukasi agar tidak tertular,” ujarnya.
Trisnawarman menegaskan bahwa lingkungan yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah penyebaran TBC. Rumah dengan ventilasi yang baik dan paparan sinar matahari yang cukup dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menggunakan masker saat sedang sakit serta menjaga kebersihan lingkungan rumah.
Selain itu, kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan menjadi kunci utama keberhasilan penyembuhan. Pasien TBC diwajibkan mengonsumsi obat secara rutin selama sekitar enam bulan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
“Kepatuhan minum obat sangat penting. Jangan berhenti sebelum dinyatakan sembuh oleh tenaga medis karena bisa menyebabkan pengobatan gagal dan meningkatkan risiko penularan,” tegasnya.
Dinkes Sumsel juga mengimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit apabila mengalami batuk lebih dari dua minggu.
Menurut Trisnawarman, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
“Jika batuk lebih dari dua minggu, jangan ditunda. Segera periksa agar bisa diketahui apakah TBC atau bukan. Selain itu, konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga kesehatan keluarga juga penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkasnya.[THQ]

