RELUNG.ID – Proses pemulangan jemaah haji Debarkasi Palembang kembali diwarnai penerapan skema tanazul atau mutasi kloter bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus. Sebanyak tiga jemaah dari kloter berbeda dipulangkan lebih awal bersama Kloter 4 yang tiba di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sabtu (6/6/2026).
Ketiga jemaah tersebut adalah Ruswani (70) dan Sainol (81) yang berasal dari Kloter 11, serta Sukardi Husin (70) dari Kloter 13. Mereka dipulangkan melalui program tanazul yang difasilitasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk mempercepat kepulangan jemaah yang membutuhkan penanganan dan pemulihan kesehatan di Tanah Air.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, H.M. Arkan Nurwahiddin, mengatakan kebijakan tanazul diberikan secara selektif dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan jemaah dan ketersediaan kursi penerbangan.
“Tanazul diprioritaskan bagi jemaah lansia maupun mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan pemulihan lebih cepat di kampung halaman,” ujar Arkan.
Masuknya tiga jemaah tanazul membuat jumlah jemaah Kloter 4 saat pemulangan berbeda dibandingkan saat keberangkatan. Jika saat berangkat ke Tanah Suci kloter ini membawa 439 jemaah, maka saat kembali ke Palembang jumlahnya menjadi 441 orang.
“Berangkat 439 jemaah, kembali ke Tanah Air sebanyak 441 jemaah. Seluruhnya tiba dengan selamat,” katanya.
Namun kepulangan Kloter 4 juga diiringi kabar duka. Satu jemaah asal kloter tersebut, Tarmidi Pitono Basuki (73), wafat di Makkah pada 23 Mei 2026. Almarhum meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis akibat kondisi kesehatan dan faktor usia.
Arkan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan mendoakan agar seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT.
“Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Dengan tibanya Kloter 4, jumlah jemaah haji Debarkasi Palembang yang telah kembali ke Indonesia kini mencapai 1.770 orang. PPIH memastikan seluruh proses pemulangan berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti.
Arkan juga mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan setelah kembali dari Tanah Suci. Perbedaan cuaca yang cukup ekstrem antara Arab Saudi dan Indonesia dinilai dapat memengaruhi kondisi fisik jemaah, terutama kelompok lanjut usia.
Menurutnya, kepulangan dari ibadah haji bukan sekadar berakhirnya perjalanan spiritual, tetapi menjadi awal untuk menerapkan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari.
“Kepulangan dari Tanah Suci bukan akhir dari perjalanan ibadah, melainkan awal untuk menghadirkan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

