RELUNG.ID – Menjelang akhir bulan Ramadan, Ustadz Abdul Hafizh Hasibuan, Pembina Yayasan Al Hayza Leanpuri OKI, kembali menyampaikan Kultum Ramadan di Relung Media.
Kultum Ramadan ini bertemakan tiga tingkatan orang berpuasa yang mengupas makna dan tingkatan ibadah puasa secara mendalam.
“Ada tiga tingkatan puasa menurun Imam Ghazali,” kata Ustad Abdul Hafizh.
Ketiga tingkatan puasa tersebut yakni pertama Puasa Awam, puasa dasar yang dilakukan oleh semua orang, termasuk anak-anak.
Puasa awam berarti menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tanpa melakukan aktivitas yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum.
Kedua yaitu Puasa Khusus, yang melibatkan pengekangan diri yang lebih mendalam. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa khusus menuntut untuk mengontrol pandangan, lidah, dan telinga.
Ustadz menekankan pentingnya menggunakan waktu puasa untuk kegiatan yang membawa kebaikan, seperti membaca Al-Qur’an, sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW: “Bacalah Al-Qur’an.”
Ketiga tingkatan tertingi yaitu, Puasa Khawas yang merupakan ibadah yang dilakukan oleh mereka yang benar-benar memilih Allah sebagai satu-satunya tujuan.
Pada tingkatan ini, selain menahan diri secara fisik, hati dan pikiran juga hanya terpaut pada pengingatan kepada Allah SWT.
“Puasa khawas ini mencerminkan dedikasi total dalam menafikan dunia demi mencapai keridhaan Allah,” terangnya.
Ustadz Abdul Hafizh Hasibuan mengingatkan agar setiap Muslim selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah puasa dan agar umur diberikan panjang sehingga dapat menikmati Ramadan di tahun-tahun mendatang.
“Semoga dengan peningkatan kualitas ibadah dan kesungguhan hati, umat dapat menjadi pribadi yang semakin dekat dengan Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW,” harapnya. (LWM)

