RELUNG.ID – Ramadan kembali hadir sebagai bulan yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia.
Momentum suci ini menjadi kesempatan istimewa untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UIN, Prof Dr H Muhammad Adil, M.A., dalam tausiyah bertema Keistimewaan Bulan Ramadan.
Dalam pemaparannya, Prof. Adil menegaskan bahwa Ramadan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki bulan-bulan lainnya. Salah satu perbedaannya adalah pelipatgandaan pahala atas setiap amal ibadah yang dilakukan.
“Semua amal ibadah yang kita lakukan pada bulan suci Ramadan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ini tidak terjadi pada bulan-bulan selain Ramadan,” katanya.
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Pintu surga yang berjumlah delapan dibuka seluas-luasnya, sementara tujuh pintu neraka ditutup seluruhnya. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk meraih ampunan dan keberkahan.
Selain itu, Prof Adil menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ibadah di siang dan malam hari selama Ramadan. Pada siang hari, umat Islam melaksanakan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.
Ia mengutip sabda Nabi yang menyatakan bahwa siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Tidak hanya itu, keutamaan juga berlaku bagi ibadah malam, termasuk salat tarawih.
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan penuh pengharapan kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” jelasnya.
Menurutnya, keistimewaan tersebut merupakan kabar gembira dan jaminan dari Allah SWT yang diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
“Jangan sampai siang hari kita sia-siakan, dan malam harinya juga tidak kita manfaatkan untuk bermunajat kepada Allah SWT,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan tentang keutamaan puasa sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi, “As-shiyamu li wa ana ajzi bihi” (Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya). Hal ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah puasa dibandingkan ibadah lainnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap kebaikan akan dilipatgandakan minimal sepuluh kali lipat, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual.
Prof. Adil berharap agar seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan penuh keimanan dan kesungguhan, sehingga puasa yang dilaksanakan tidak menjadi sia-sia dan diterima oleh Allah SWT.
“Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah SWT yang meraih kebahagiaan dan keberkahan di bulan Ramadan ini,” pungkasnya. (LWM)

