RELUNG.ID – Setelah sempat diblokir selama 12 jam, aplikasi TikTok akhirnya kembali bisa diakses oleh pengguna di Amerika Serikat pada Minggu (19/1) pukul 12 siang waktu setempat.
Hal ini terjadi setelah Presiden terpilih Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan menunda larangan operasional TikTok dan memperpanjang batas waktu penjualan aplikasinya kepada perusahaan Amerika.
Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan rencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif pada Senin (20/1), tepat setelah ia resmi dilantik. Perintah ini akan memperpanjang proses penjualan TikTok dan memungkinkan solusi “usaha patungan” di mana perusahaan AS bisa memperoleh 50 persen kepemilikan aplikasi tersebut.
Kembalinya TikTok ke pengguna AS terjadi setelah penyedia hosting Oracle dan mitra CDN-nya, Akamai, memulihkan layanan. Langkah ini diambil dengan mengandalkan janji Presiden Trump, meskipun perintah eksekutif terkait belum resmi dikeluarkan.
Namun, TikTok belum tersedia di Apple App Store maupun Google Play. Perusahaan teknologi besar itu tampaknya berhati-hati untuk menghindari risiko melanggar larangan yang sejatinya masih berlaku.
“Terima kasih atas kesabaran dan dukungan Anda. Sebagai hasil dari upaya Presiden Trump, TikTok kembali hadir di AS!” demikian pemberitahuan yang muncul di aplikasi TikTok setelah layanan dipulihkan.
Dalam sebuah pernyataan resmi, TikTok berterima kasih kepada Trump karena memberikan kepastian kepada penyedia layanan mereka.
“Kami akan bekerja sama dengan Presiden Trump untuk menemukan solusi jangka panjang yang akan membuat TikTok tetap berada di Amerika Serikat,” ujar TikTok.
TikTok sebelumnya dilarang oleh pemerintah AS karena dianggap dapat digunakan oleh pemerintah China untuk mengumpulkan data sensitif dari pengguna AS. Jaksa Agung Elizabeth Prelogar menyebut larangan ini sebagai langkah untuk mencegah spionase asing, bukan untuk membatasi kebebasan berbicara.
Namun, pemerintahan Biden sebelumnya menunda pelaksanaan larangan tersebut, dengan alasan bahwa pemerintahan berikutnya yang akan memutuskan kelanjutan kebijakan tersebut.
Meski layanan telah kembali, nasib jangka panjang TikTok di AS masih belum jelas. Proses penjualan aplikasi tersebut kepada perusahaan AS diperkirakan akan menghadapi tantangan, baik dari sisi hukum maupun kepentingan bisnis.
CEO TikTok, Shou Zi Chew, direncanakan menghadiri acara “Make America Great Again Victory Rally” pada Minggu malam, sekaligus menjadi tamu undangan penting saat pelantikan Presiden Trump pada Senin.
Bagi lebih dari 170 juta pengguna TikTok di AS, termasuk 7 juta usaha kecil yang bergantung pada aplikasi ini, pemulihan layanan TikTok adalah kabar baik. Namun, jalan menuju stabilitas operasional dan jaminan keberlanjutan TikTok di AS masih panjang.[TRA]

