Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»TikTok Kembali Online di AS Setelah Diblokir, Trump Perpanjang Waktu Penjualan
Techno

TikTok Kembali Online di AS Setelah Diblokir, Trump Perpanjang Waktu Penjualan

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda20/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Notifikasi muncul di TikTok menyatakan aplikasi tersebut kembali online di AS berkat bantuan Presiden Donald Trump. Foto: TikTok
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Setelah sempat diblokir selama 12 jam, aplikasi TikTok akhirnya kembali bisa diakses oleh pengguna di Amerika Serikat pada Minggu (19/1) pukul 12 siang waktu setempat.

Hal ini terjadi setelah Presiden terpilih Donald Trump mengambil langkah mengejutkan dengan menunda larangan operasional TikTok dan memperpanjang batas waktu penjualan aplikasinya kepada perusahaan Amerika.

Dalam pernyataannya, Trump mengungkapkan rencana untuk mengeluarkan perintah eksekutif pada Senin (20/1), tepat setelah ia resmi dilantik. Perintah ini akan memperpanjang proses penjualan TikTok dan memungkinkan solusi “usaha patungan” di mana perusahaan AS bisa memperoleh 50 persen kepemilikan aplikasi tersebut.

Kembalinya TikTok ke pengguna AS terjadi setelah penyedia hosting Oracle dan mitra CDN-nya, Akamai, memulihkan layanan. Langkah ini diambil dengan mengandalkan janji Presiden Trump, meskipun perintah eksekutif terkait belum resmi dikeluarkan.

Namun, TikTok belum tersedia di Apple App Store maupun Google Play. Perusahaan teknologi besar itu tampaknya berhati-hati untuk menghindari risiko melanggar larangan yang sejatinya masih berlaku.

“Terima kasih atas kesabaran dan dukungan Anda. Sebagai hasil dari upaya Presiden Trump, TikTok kembali hadir di AS!” demikian pemberitahuan yang muncul di aplikasi TikTok setelah layanan dipulihkan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, TikTok berterima kasih kepada Trump karena memberikan kepastian kepada penyedia layanan mereka.

“Kami akan bekerja sama dengan Presiden Trump untuk menemukan solusi jangka panjang yang akan membuat TikTok tetap berada di Amerika Serikat,” ujar TikTok.

TikTok sebelumnya dilarang oleh pemerintah AS karena dianggap dapat digunakan oleh pemerintah China untuk mengumpulkan data sensitif dari pengguna AS. Jaksa Agung Elizabeth Prelogar menyebut larangan ini sebagai langkah untuk mencegah spionase asing, bukan untuk membatasi kebebasan berbicara.

Namun, pemerintahan Biden sebelumnya menunda pelaksanaan larangan tersebut, dengan alasan bahwa pemerintahan berikutnya yang akan memutuskan kelanjutan kebijakan tersebut.

Meski layanan telah kembali, nasib jangka panjang TikTok di AS masih belum jelas. Proses penjualan aplikasi tersebut kepada perusahaan AS diperkirakan akan menghadapi tantangan, baik dari sisi hukum maupun kepentingan bisnis.

CEO TikTok, Shou Zi Chew, direncanakan menghadiri acara “Make America Great Again Victory Rally” pada Minggu malam, sekaligus menjadi tamu undangan penting saat pelantikan Presiden Trump pada Senin.

Bagi lebih dari 170 juta pengguna TikTok di AS, termasuk 7 juta usaha kecil yang bergantung pada aplikasi ini, pemulihan layanan TikTok adalah kabar baik. Namun, jalan menuju stabilitas operasional dan jaminan keberlanjutan TikTok di AS masih panjang.[TRA]

AS TikTok
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePemda Diminta Sumbang APBD untuk Program MBG, Wakil Mendagri: Tidak Ada Kewajiban
Next Article Pelayaran Mewah Selama 188 Malam, Tawarkan Pengalaman Menjelajah 5 Benua dan 37 Negara
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,897 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,770 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,742 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?