RELUNG.ID- Bagi masyarakat Indonesia, Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momen hadirnya berbagai kuliner khas yang hanya muncul setahun sekali. Salah satunya adalah timun suri, buah segar yang identik dengan hidangan berbuka puasa.
Di Desa Rantau Tenang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, suasana Ramadan terasa lebih semarak dengan panen timun suri di kebun-kebun warga.
Bagi warga setempat seperti Linda Qiara, timun suri bukan hanya pelengkap menu berbuka puasa, tetapi juga menjadi simbol kemandirian pangan masyarakat desa.
Ia menuturkan, tanaman timun suri memiliki siklus tanam yang unik. Warga biasanya menanam buah tersebut khusus untuk dipanen saat bulan Ramadan.
“Timun suri ini buah yang cuma ada dan ditanam saat bulan puasa saja,” ujar Linda saat ditemui di kebunnya.
Karena hanya hadir setahun sekali, timun suri selalu menjadi buruan masyarakat. Teksturnya yang lembut dan berair, serta aromanya yang khas, membuatnya menjadi bahan favorit untuk minuman segar saat azan Magrib berkumandang.
Bagi warga Desa Rantau Tenang, menanam timun suri bukan sekadar kegiatan berkebun. Aktivitas ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan keluarga.
Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, warga dapat menyediakan buah segar yang sehat dan alami untuk keluarga. Timun suri yang kaya akan kandungan air dan mineral juga membantu mengembalikan cairan tubuh setelah seharian berpuasa.
Selain untuk konsumsi sendiri, timun suri juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Tingginya permintaan selama Ramadan membuka peluang bagi petani lokal untuk menjual hasil panen ke pasar maupun kepada warga sekitar.
Penjualan timun suri ini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga petani, terutama menjelang Lebaran ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
Dibandingkan buah yang didatangkan dari luar daerah, timun suri dari kebun warga Desa Rantau Tenang memiliki keunggulan dari segi kesegaran. Buah dipetik langsung saat matang di pohon, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih lembut dengan aroma yang lebih kuat.
Budidaya timun suri yang dilakukan warga desa ini menjadi contoh bagaimana pemanfaatan lahan kebun dapat memberikan manfaat ganda.
Tak hanya menyegarkan tenggorokan saat berbuka puasa, timun suri juga turut menghidupi dapur keluarga warga Desa Rantau Tenang melalui perputaran ekonomi yang dihasilkannya setiap Ramadan.[SLM]

