RELUNG.ID – Harapan masyarakat untuk menikmati ruas Tol Palembang-Betung saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 kini bergantung pada penyelesaian pembebasan 22 bidang lahan di kawasan Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin.
Meski secara konstruksi pembangunan terus menunjukkan kemajuan, PT Hutama Karya mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan agar ruas tol dari Kramasan hingga Betung dapat dibuka secara fungsional pada akhir tahun ini.
Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol PT Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, mengatakan persoalan tersebut telah disampaikan langsung kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pembangunan Tol Palembang-Betung, Kamis (16/7/2026).
“Kami sampaikan kepada Pak Wapres masih ada kendala pembebasan lahan, terutama di kawasan Pangkalan Balai sebanyak 22 bidang. Mudah-mudahan bisa segera selesai sehingga ruas Kramasan sampai Betung dapat difungsionalkan tahun ini,” ujarnya.
Di luar persoalan lahan, progres pembangunan jalan tol terus bergerak menuju tahap akhir. Hutama Karya mencatat konstruksi Seksi 1 telah mencapai sekitar 92 persen, Seksi 2 sebesar 93 persen, sedangkan Seksi 3 berada di angka 73 persen.
Sementara itu, proses pengadaan lahan secara keseluruhan telah menyentuh sekitar 98 persen. Artinya, hampir seluruh kebutuhan lahan telah terpenuhi dan hanya menyisakan sebagian kecil yang kini menjadi fokus penyelesaian.
Dwi menjelaskan, perusahaan memprioritaskan penyelesaian konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 pada akhir 2026 agar ruas tersebut dapat digunakan lebih awal untuk mendukung kelancaran arus kendaraan saat musim libur panjang.
“Target kami, konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 selesai 100 persen pada akhir tahun ini. Kendala yang tersisa hanya 22 bidang lahan yang belum selesai dibebaskan,” katanya.
Adapun pembangunan Seksi 3 akan dilanjutkan hingga tuntas pada 2027. Setelah seluruh tahapan konstruksi dan pembebasan lahan selesai, ruas Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 kilometer diharapkan dapat beroperasi penuh dan menjadi jalur strategis yang memangkas waktu tempuh sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan nasional Palembang–Betung.[THQ]

