RELUNG.ID – Serangan jantung adalah kondisi darurat medis, dimana terjadi penghentian aliran darah yang membawa oksigen ke jantung akibat penyumbatan.
Kondisi ini dapat merusak otot jantung karena tidak dapat menyuplai oksigen dan membahayakan nyawa. Karena itu, dengan pertolongan yang cepat dan tepat maka dapat menyelamatkan si penderita serangan jantung.
Gejala Serangan Jantung;
Mengenali gejala serangan jantung sangatlah penting sebelum memberikan pertolongan pertama. Dikutip dari Alodokter, serangan jantung ini terdapat beberapa gejala umum seperti;
1. Dada terasa nyeri seperti berat atau tertarik. Kondisi ini berlangsung selama beberapa menit.
2. Nyeri dada yang dapat menjalar ke lengan, pundak kiri, punggung, leher, rahang, tulang dada dan tubuh bagian atas.
3. Sesak napas
4. Mual, muntah, nyeri ulu hati
5. Tubuh terasa sangat lemas dan pusing
6. Keluar keringan dingin
7. Detak jantung cepat atau tidak beraturan.
Tips pertolongan pertama;
Jika si penderita penyakit jantung ini mengalami gejala serangan jantung. Maka pertolongan pertama yang dapat dilakukan yaitu
1. Tenangkan pasien dan hubungi ambulan secepatnya
2. Sembari menunggu ambulans datang, pasien dapat dibimbing untuk duduk di kursi, lantai atau bersandar pada dinding. Hal ini guna mengurangi cedera jika pasien serangan jantung pingsan.
3. Jika pasien memiliki obat nitroglisering, maka dapat berikan obat tersebut dengan meletakkannya di bawah lidah.
4. Selain itu, berikan juga aspirin 325 mg dan minta pasien untuk mengunyah. Namun, pastikan pasien tidak memiliki riwayat pendarahan dan alergi aspirin.
5. Hindari memberikan makanan maupun minuman melalui mulut.
6. Jika ambulans datang maka segera bawa pasien ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.
7. Bagi pasien yang tidak sadarkan diri maka dapat melakukan resusitasi jantung paruh.
Resusitasi Jantung Paruh (RJP) caranya meletakan satu telapak tangan pada bagian tengah dada korban, lalu letakkan tangan satunya di atas tangan yang pertama.
Setelah itu, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada hingga 5–6 cm ke bawah, lalu lepaskan. Lakukan tindak kompresi dada sebanyak 100-120 kali tiap menit hingga pertolongan datang atau pasien merespons.
Bergantianlah dengan penolong lain jika Anda kelelahan melakukan RJP sendiri. (LWM)

