RELUNG.ID — Tahukah kamu di mana titik nol kilometer Kota Palembang? Barangkali belum banyak yang tahu. Wajar, sebab titik ini ditandai hanya oleh prasasti kecil yang mungkin luput dari pandangan warga yang melintas.
Seperti pada umumnya, titik nol kilometer menjadi penanda untuk mengukur jarak di Kota Palembang. Karena itulah warga Palembang kini mengenal beberapa tempat yang menggunakan hitungan kilometer, seperti Pasar Palimo (Pasar Kilometer 5) yang artinya berjarak 5 kilometer dari titik nol tadi.
Tim RELUNG.ID mendatangi lokasi titik nol dan mencoba bertanya pada warga yang biasa beraktivitas di sekitar situ. Rupanya mereka pun tidak tahu dengan tepat keberadaan titik nol kilometer Palembang.
“Di sana, seberang Lapas (Lapas Perempuan Kelas II A Palembang),” kata seorang pengemudi becak motor yang ditemui di lokasi.
“Tidak tahu kalau ada nama tempat titik nol. Mungkin karena (di Palembang) ada KM, ya. Misal mau ke KM 10, KM 12, makanya ada nama tempat titik nol,” ungkap warga sekitar bernama Maulana.
“Kalau tidak salah di Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat),” jawab warga lain bernama Apri.
Sebenarnya, Titik Nol Kilometer Palembang terletak di depan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo atau Masjid Agung Palembang. Tepatnya ada di trotoar depan pagar masjid, berseberangan dengan Bundaran Air Mancur antara Jalan Sudirman dan Jalan Merdeka.
Prasasti Titik Nol Kilometer Palembang berdiri tanpa pagar pembatas apa pun. Semennya mulai gompal dan warna hijaunya mengusam. Bahkan ada sampah-sampah dan barang bekas seperti sepatu rusak dan ranting pohon di sekitarnya. Di atas prasasti itu terpatri tulisan berikut:
“`
Awal
Jln. Jenderal Sudirman
KM : 0 + 000
S.02′ 59′ 17.0″
E.104′ 45′ 39.7″
Awal
Jln. Riacudu
S.02′ 59′ 17.0″
E.104′ 45′ 39.7″
“`
Meskipun prasasti ini memegang peranan penting dalam penentuan jarak di Kota Palembang, keberadaannya tampaknya kurang diperhatikan dan memerlukan perawatan lebih baik agar tetap bisa menjadi landmark yang dikenali oleh warga dan pengunjung kota. [AYK]

