RELUNG.ID – Kepala Presidential Communication Office (PCO), Hasan Nasbi, merespons polemik terkait pengerahan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menjaga kantor kejaksaan di seluruh Indonesia. Menurut Hasan, langkah tersebut bukan merupakan tindakan dalam kondisi darurat, melainkan bagian dari kerja sama berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang sudah lumrah dilakukan.
“Ini bukan situasi darurat seperti TNI bersenjata lengkap menjaga demo. Penjagaan ini hanya untuk pengamanan internal berdasarkan MoU, dan ini hal biasa,” ujar Hasan saat ditemui di Cemara 6 Galeri, Teotri Heraty Museum, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5).
Hasan menjelaskan bahwa kerja sama semacam ini juga terjadi di berbagai lembaga lain, seperti Badan Gizi Nasional (BGN) yang pernah mendapat dukungan TNI untuk penyediaan lahan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kerja sama semacam ini bukan hal baru. Bahkan, BGN di awal-awal juga mendapat support dari TNI. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.
Selain dengan TNI, Hasan menyebut kejaksaan juga bekerja sama dengan Polri dalam aspek pengamanan, termasuk di pengadilan.
Pernyataan TNI
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan Surat Telegram Nomor: TR/422/2025 pada 5 Mei 2025, yang memerintahkan pengerahan personel TNI untuk memperkuat pengamanan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) di seluruh Indonesia.
Dalam surat tersebut, disebutkan alokasi personel, yaitu satu pleton (30-50 prajurit) untuk kantor Kejati dan satu regu (8-13 prajurit) untuk kantor Kejari. Namun, Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengklarifikasi bahwa jumlah personel yang diterjunkan akan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Pelaksanaan di lapangan tidak sebanyak itu. Secara teknis, hanya 2-3 personel yang akan bertugas sesuai kebutuhan,” ujar Brigjen Wahyu pada Minggu (11/5).
Wahyu menambahkan bahwa pengamanan ini bukanlah hal baru, mengingat institusi Kejaksaan juga memiliki Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil), yang memang bersinergi dengan TNI.

