RELUNG.ID – Kolaborasi antara Toyota dan Isuzu kembali menghasilkan inovasi baru di sektor kendaraan ramah lingkungan.
Kedua perusahaan tengah mengembangkan truk ringan berbasis sel bahan bakar hidrogen (fuel cell electric vehicle/FCEV) yang ditargetkan menjadi produksi massal pertama di Jepang dalam kategori tersebut.
Truk ini dikembangkan dengan memanfaatkan platform yang sudah ada, yakni sasis rangka tangga dari Isuzu Elf EV atau dikenal secara global sebagai Seri N.
Model ini sebelumnya telah diperkenalkan pada 2023 dengan sistem baterai modular yang fleksibel.
Fokus utama inovasi terletak pada penggunaan sistem sel bahan bakar generasi ketiga milik Toyota. Teknologi terbaru ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi hingga 20 persen dibandingkan generasi sebelumnya, sekaligus menawarkan daya tahan yang lebih baik untuk penggunaan intensif, seperti distribusi logistik di perkotaan.
Pengembangan truk hidrogen ini didorong oleh keterbatasan kendaraan listrik berbasis baterai, terutama dalam sektor distribusi barang berpendingin.
Sistem pendingin yang digunakan dalam pengiriman produk seperti makanan dan minuman membutuhkan daya besar, sehingga dapat mengurangi jangkauan kendaraan listrik secara signifikan.
Selain itu, waktu pengisian baterai yang relatif lama juga menjadi kendala dalam operasional dengan jadwal ketat.
Sebagai alternatif, teknologi hidrogen menawarkan waktu pengisian bahan bakar yang lebih cepat, mendekati durasi pengisian bahan bakar diesel.
Hal ini dinilai lebih efisien bagi operator armada, sekaligus memberikan jarak tempuh yang lebih panjang. Di sisi lain, kendaraan FCEV juga menghasilkan emisi karbon nol serta tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada tingginya biaya produksi dan keterbatasan infrastruktur pengisian hidrogen.
Untuk mengatasi hal tersebut, Toyota dan Isuzu berupaya melakukan optimalisasi desain kendaraan serta efisiensi proses manufaktur.
Produksi massal truk hidrogen ringan ini dijadwalkan dimulai pada tahun fiskal Jepang 2027, yang berakhir pada Maret 2028.
Sebelumnya, kedua perusahaan juga telah bekerja sama dalam pengembangan bus hidrogen ERGA FCV untuk transportasi perkotaan. (LWM)

