RELUNG.ID– Momen perlombaan karaoke dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Margaluyu, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, berubah menjadi suasana duka.
Seorang perempuan peserta lomba meninggal dunia setelah tiba-tiba jatuh saat sedang bernyanyi di atas panggung.
Sekretaris Desa Margaluyu, Herlan Marzuki, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian itu berlangsung sekitar dua minggu sebelum peringatan HUT ke-81 RI.
Saat itu, almarhumah tampil sebagai perwakilan RW 002 dalam lomba karaoke yang digelar untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.
“Iya (betul), itu terjadi dua minggu lalu ketika almarhumah mendapat giliran untuk tampil dari perwakilan RW 002. Waktu itu ada lomba karaoke dalam rangka memperingati HUT RI ke-81,” kata Herlan saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2026).
Herlan menuturkan, almarhumah sempat menyelesaikan lagu pertama tanpa menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan.
Setelah lagu pertama selesai, almarhumah kemudian melanjutkan penampilannya dengan lagu kedua. Namun, saat sedang bernyanyi, tiba-tiba ia jatuh di atas panggung.
“Setelah lagu pertama selesai, lanjut lagu kedua. Allah lebih menyayangi almarhumah, pada saat itu beliau jatuh,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Herlan, almarhumah diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan disebut telah menjalani pemasangan ring.
Saat kejadian, suami almarhumah juga berada di lokasi untuk mendampingi.
“Maaf kalau salah, saya dengar memang seperti itu (riwayat jantung), bahkan sudah dipasang ring. Waktu itu juga suaminya sedang menunggu atau mendampingi. Rupanya ada kekhawatiran kalau terjadi sesuatu,” kata Herlan.
Meski memiliki riwayat penyakit tersebut, sebelum tampil almarhumah disebut tidak menunjukkan tanda-tanda sedang mengalami gangguan kesehatan.
Bahkan, saat membawakan lagu pertama, ia terlihat ceria dan bernyanyi seperti biasa.
“Tidak ada (tanda-tanda), sehat-sehat saja. Tapi dengar kabar malamnya sudah latihan dulu di rumahnya, tidak tahu sampai jam berapa. Di lagu pertama juga tidak ada tanda-tanda seperti kurang tidur, ceria saja,” tuturnya.
Herlan mengatakan almarhumah memang dikenal memiliki hobi bernyanyi. Ia bahkan menyebut suara almarhumah cukup merdu.
Saat almarhumah tiba-tiba terjatuh, suasana di lokasi langsung berubah menjadi panik. Warga dan panitia kemudian berupaya memberikan pertolongan dan membawa almarhumah ke rumah sakit.
“Pas kejadian, suasana kaget dan panik, kemudian segera memberikan pertolongan dengan langsung dibawa ke rumah sakit. Setelah itu acara langsung ditutup,” ungkap Herlan.
Padahal, masih ada tiga peserta lain yang belum mendapatkan giliran tampil. Namun, setelah dilakukan pembicaraan antara panitia dan peserta, perlombaan akhirnya dihentikan.
“Masih ada tiga peserta yang belum tampil. Atas kesepakatan panitia dan peserta lain, akhirnya lomba tidak dilanjutkan untuk peserta berikutnya,” katanya.
Pemerintah Desa Margaluyu bersama panitia dan warga kemudian menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta lomba tersebut.
Herlan mengatakan pihak pemerintah desa turut berduka atas peristiwa yang terjadi dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.[YKP]

