RELUNG.ID – Indonesia kembali kehilangan satu tokoh militer sekaligus Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Senin (2/3) sekitar pukul 06.58 WIB.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. “Benar, kita berdukacita sangat mendalam,” ujarnya.
Rencananya, jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebelum prosesi penghormatan terakhir.
Jenderal dari Medan Operasi ke Istana Negara
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno meniti karier panjang sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Namanya dikenal luas saat terlibat dalam berbagai operasi militer penting, termasuk penumpasan peristiwa Gerakan 30 September serta Operasi Seroja di Timor Timur.
Karier militernya terus menanjak hingga mencapai pangkat jenderal penuh. Puncaknya, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993–1998.
Perjalanan Try menjadi cerminan peran sentral militer dalam panggung politik Indonesia pada era tersebut. Namun selepas purnatugas, ia tetap dikenal sebagai sosok yang kerap menyampaikan pandangan strategis mengenai kebangsaan dan pertahanan.
Warisan Kepemimpinan
Kepergian Try Sutrisno menandai berakhirnya satu lagi generasi pimpinan nasional yang tumbuh dari rahim militer dan berkiprah dalam dinamika politik Orde Baru hingga masa transisi.
Di mata banyak kalangan, ia adalah figur disiplin yang tegas namun tetap menjaga komunikasi lintas generasi. Dalam berbagai kesempatan, Try masih aktif memberikan pandangan terkait isu-isu strategis nasional, mulai dari pertahanan hingga arah kebijakan negara.[THQ]

