RELUNG.ID – Kekalahan 0-3 dari Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (28/2/2026) malam memastikan langkah Sriwijaya FC terhenti di Championship 2025/2026. Laskar Wong Kito resmi turun kasta ke Liga 3 musim depan.
Namun di balik hasil pahit itu, Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, memilih menatap situasi dengan kepala tegak. Baginya, degradasi bukan akhir, melainkan momentum membangun fondasi baru tim.
Sejak awal putaran ketiga, ia mengakui peluang timnya bertahan memang sangat tipis. Saat itu Sriwijaya FC hanya mengantongi dua poin, tertinggal jauh dari pesaing terdekat yang sudah mengoleksi belasan poin.
“Bukan berarti kami apatis. Tapi secara realistis, peluang itu memang kecil. Meski begitu, kami tidak frustrasi,” ujarnya.
Alih-alih larut dalam tekanan, Iwan justru menanamkan mental “nothing to lose” kepada para pemain. Ia ingin anak asuhnya tetap tampil maksimal di setiap laga, tanpa terbebani situasi klasemen.
“Top performance sama dengan sukses. Itu yang selalu saya sampaikan. Maksimal, maksimal, maksimal,” tegasnya.
Dalam laga derby Sumatera Selatan kontra Sumsel United, ia tetap memberikan apresiasi kepada para pemain muda yang menjadi tulang punggung tim musim ini. Meski mengakui dua gol di babak pertama lahir dari kesalahan pemain muda, Iwan menilai proses pembelajaran itu bagian dari pembentukan karakter.
Menurutnya, skuad Sriwijaya FC saat ini memang bertumpu pada regenerasi. Selain pemain muda binaan, sejumlah rekrutan dari Liga 3 yang masih berusia produktif juga tengah ditempa untuk menjadi kerangka tim masa depan.
Ia berkaca pada dua laga sebelumnya melawan Bekasi FC dan Persikad, di mana tim tampil solid meski akhirnya kalah. Konsistensi dan mental tandang menjadi pekerjaan rumah utama yang harus dibenahi.
“Pertandingan away pertama kami di fase ini jadi pelajaran soal mentalitas. Itu yang harus kami garis bawahi,” katanya.[THQ]

