RELUNG.ID- Warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, terutama para petani, dilanda kecemasan menyusul kosongnya stok Serum Anti Bisa Ular (ABU) selama tujuh bulan terakhir.
Kekosongan ini terjadi sejak awal tahun 2025 dan hingga kini belum ada kepastian distribusi ulang ke fasilitas kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Empat Lawang, Kiki Nurhayati, membenarkan kondisi darurat tersebut.
“Untuk ABU memang kosong sejak awal tahun. Bukan hanya di Empat Lawang, tapi juga kosong dari Dinas Kesehatan Provinsi,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).
Serum ABU merupakan penanganan utama dan krusial bagi korban gigitan ular berbisa. Tanpa serum, risiko kematian dan komplikasi serius meningkat tajam. Kondisi ini membuat masyarakat terutama petani yang bekerja di lahan terbuka—hidup dalam kekhawatiran setiap hari.
Ari, warga Kecamatan Lintang Kanan yang berprofesi sebagai petani karet, mengaku cemas dengan situasi ini.
“Kalau kami digigit ular, terus ABU kosong, nyawa bisa melayang. Harus cepat ditindak pemerintah, ABU itu penting dan harus selalu tersedia di puskesmas dan rumah sakit,” kata Ari.
Ia berharap Pemkab Empat Lawang maupun Pemprov Sumsel segera berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan agar distribusi ABU segera direalisasikan.
Kekosongan ABU ini dikhawatirkan menjadi ancaman nyata mengingat Empat Lawang merupakan daerah yang didominasi kawasan pertanian, perkebunan, dan perbukitan wilayah yang sangat rawan interaksi manusia dengan ular berbisa.[SLM]

