Sebuah helikopter yang membawa peziarah Hindu dari sebuah kuil populer di Himalaya jatuh. Akibatnya, tujuh orang di dalam helikopter tersebut termasuk pilot tewas.
Peristiwa tersebut terjadi diduga akibat kurangnya jarak pandang karena kabut di distrik Rudraprayag, yang terletak di negara bagian Uttarakhand di Himalaya.
Pejabat manajemen bencana lokal Nandan Singh mengatakan kepada media lokal bahwa tujuh orang, termasuk pilot, tewas setelah helikopter terbakar di dekat daerah Garud Chatti dan Jungle Chatti di Rudraprayag.
Menteri penerbangan sipil India, Jyotiraditya Scindia mengatakan kementeriannya terus memantau situasi di lapangan dan mencoba menentukan besarnya kerugian.
“Kecelakaan helikopter di Kedarnath sangat disayangkan. Kami berhubungan dengan Pemerintah Negara Bagian untuk memastikan besarnya kerugian, dan terus memantau situasinya,” katanya dikutip dari Indenpendent, Selasa (18/10).
Seorang perwira senior penerbangan sipil yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Press Trust of India bahwa helikopter yang terlibat dalam kecelakaan itu dioperasikan oleh perusahaan swasta Aryan Aviation.
“Menurut informasi awal, helikopter Bell 407 VT-RPN jatuh dalam perjalanan dari Kedarnath ke Guptkashi, kemungkinan karena cuaca buruk,” kata pejabat itu.
Presiden India Droupadi Murmu mengatakan berita kematian itu “sangat menyedihkan”.
Menteri Dalam Negeri federal India, Amit Shah dan kepala menteri Uttarkhand, Pushkar Singh Dhami menyatakan belasungkawa mereka juga kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Insiden jatuhnya helikopter yang membawa jemaah haji di Kedarnath sangat mengenaskan. Saya menyampaikan belasungkawa saya kepada keluarga semua orang yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan ini. Semoga Tuhan memberi mereka kekuatan untuk menanggung kesedihan ini,” pungkasnya.

