RELUNG.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang resmi memasuki tahap krusial dalam upaya pendirian Fakultas Kedokteran. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan visitasi lapangan oleh tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada Rabu (4/6/2025).
Visitasi tersebut merupakan bagian dari asesmen menyeluruh sebagai prasyarat awal pembukaan program studi kedokteran dan profesi dokter di lingkungan UIN Raden Fatah. Tim Kemenkes melakukan evaluasi terhadap kesiapan institusi dari segi sarana dan prasarana, dokumen akademik, sumber daya manusia (SDM), serta sistem penjaminan mutu internal.
Ketua Senat UIN Raden Fatah, Prof Cholidi, mengungkapkan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran merupakan cita-cita lama yang kini mulai terwujud. “Ini adalah komitmen nyata kami dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat,” ujarnya.
Rektor UIN Raden Fatah Palembang beserta jajaran pimpinan turut hadir dan memberikan dukungan penuh dalam proses asesmen. Dalam pemaparannya, Rektor menegaskan bahwa fakultas kedokteran ini akan memiliki keunggulan khusus di bidang pencegahan metabolic syndrome, terutama hipertensi esensial, yang telah diselaraskan dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI 2012).
“Visi kami adalah mencetak Five Star Doctor yang unggul dalam pencegahan metabolic syndrome. Seluruh dokumen akademik, kurikulum, SDM, serta desain pengembangan fakultas telah kami siapkan dengan serius dan terukur,” katanya, Sabtu (7/6/2025).
Direktur Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes RI, Anna Kurniati, dalam kunjungannya menekankan bahwa pendidikan kedokteran merupakan investasi jangka panjang. Ia menyebut bahwa Indonesia saat ini masih kekurangan sekitar 40 persen dari kebutuhan ideal dokter, berdasarkan rasio WHO yaitu satu dokter per seribu penduduk.
“Visitasi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan institusi secara akademik dan administratif. Kami mengapresiasi kesiapan UIN Raden Fatah yang telah menyusun dokumen dan menyiapkan sarana serta SDM secara menyeluruh,” jelas Anna.
Ia juga menegaskan pentingnya integrasi program studi dengan sistem kesehatan nasional dan global, serta memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik.
“Dokumen yang disampaikan sudah sesuai dengan persyaratan awal. Namun, kami perlu melihat langsung kondisi lapangan. Harapannya, Fakultas Kedokteran UIN Raden Fatah dapat segera berdiri dan tidak perlu menunggu hingga satu dekade,” tegasnya.

